1.000 Orang Lebih Mengidap HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Jambi Lakukan Hal Ini

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat total pengidap HIV/AIDS di Provinsi Jambi sejak tahun 1999 hingga saat ini sebayak 1.836 orang.

1.000 Orang Lebih Mengidap HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Jambi Lakukan Hal Ini
kompas.com
Gejala yang paling umum dari infeksi HIV adalah demam, ruam dan sakit tenggorokan. Gejala lainnya adalah kelelahan, pusing, dan diare. Kondisi ini terjadi karena reaksi tubuh terhadap infeksi HIV. 

1.000 Orang Lebih Mengidap HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Jambi Lakukan Hal Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat total pengidap HIV/AIDS di Provinsi Jambi sejak tahun 1999 hingga saat ini sebayak 1.836 orang.

Untuk tahun 2019 ini sendiri Dinkes Provinsi Jambi menemukan 60 orang penderita HIV dan 32 orang AIDS. Dan dua orang meninggal dunia akibat HIV AIDS.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Eva Susanti mengatakan, dibanding 2018 lalu angka tahun ini sedikit berkurang. Tahun 2018 kasus HIV berjumlah 81orang, kasus AIDS 61 orang, ditambah yang meninggal 8 orang.

"Kita sudah mendata secara kumulatif mulai ditemukan di Provinsi Jambi sejak tahun 1999 dengan total 1.836 orang. Kalau tahun ini lebih menurun," katanya.

Eva menjelaskan, penyebab penularan paling banyak kasus HIV terjadi karena heteroseksual yang mencapai sekitar 50 persen.

KPK Pastikan 6 Orang Lagi Bakal Menyusul Supardi Cs ke Jambi

Sidang Sufardi Cs Bakal Digelar Dua atau Tiga Hari Lagi di Pengadilan Tipikor Jambi

VIDEO: SEDANG TANDING! Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Singapura, Misi Permalukan Singapura

"Begitu juga dengan kasus AIDS juga terjadi karena heteroseksual. Kalau hanya melalui makan minum tanpa ada luka, itu aman," ungkapnya.

Meski kasus tersebut tercatat menurun, namun Eva menyebut, Dinkes terus mengupayakan melalui beberapa strategi jalur Temukan, Obati dan Pertahankan (TOP). Dimana "Temukan" adalah dengan melakukan test kepada pekerja-pekerja yang rentan, seperti pekerja tambang, lapas, buruh migran, dan anak-anak jalanan.

"Ini sebagai upaya menemukan kasus HIV/AIDS. Selain itu juga hampir seluruh kabupaten/kota telah memiliki layanan perawatan dan dukungan pengobatan (PDP), dengan mengupayakan pasien HIV agar bisa mengambil obat di PDP. Hal ini diharapkan penderita lebih dekat untuk berobat," jelasnya.

Selanjutnya, strategi "Obati" dengan memperbanyak klinik PDP dan berencana melakukan pelatihan kepada layanan yang belum membuka PDP tersebut. "Sebab jika teridentifikasi positif maka ia langsung dapat pelayanan pengobatan tanpa memandang CD4 (hasil tes) nya," ujarnya.

Terakhir, kata Eva, "Pertahankan" dengan melibatkan seluruh pendamping penderita. Dicontohkannya seperti di Jambi ada panti rehabilitasi atas nama Kanti Sehati, untuk memotivasi penderita supaya melanjutkan minum obat.

Kita upayakan tetap bertahan karena ada berapa efek samping yang dialami ketika mengkonsumsi obat. "Karena memang kita tahu pasien HIV/AIDS ini harus mengkonsumsi obat seumur hidup. Jadi kita upayakan tetap bertahan dari efek samping yang dialami ketika mengkonsumsi obat secara terus menerus," katanya.

VIDEO : Maria Ozawa Dukung Timnas U-22 di SEA Games 2019, Tak Harus Berdarah Indonesia

BREAKING NEWS Sejoli di Bungo Tepergok Indehoi, Si Cewek Lari Tanpa Celana

VIDEO: VIRAL Pria Nyamar Jadi Perempuan Berjilbab Ditangkap Warga, Pura-pura Bertamu Ternyata Maling

Eva pun mengimbau, bagi masyarakat yang berperilaku beresiko (HIV/AIDS) untuk berani memeriksakan dirinya, terutama para ibu hamil.

"Pemeriksaan untuk ibu hamil ini sebagai pencegahan penularan dari ibu ke anak. Sebab bayi yang dilahirkan harus sehat dan terhindar dari penyakit menular itu," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved