PLUS Minus Jadi Orang Kidal, Jangan Berkecil Hati, Ini Kata Peneliti

Tidak mudah menjalani hari sebagai seorang kidal. Walaupun 85 hingga 90 persen orang adalah kidal, namun orang kidal tetap menjadi minoritas dari

Editor: rida
Kompas.com
Ilustrasi kidal(DmitriMaruta) 

TRIBUNJAMBI.COM- Tidak mudah menjalani hari sebagai seorang kidal. Walaupun 85 hingga 90 persen orang adalah kidal, namun orang kidal tetap menjadi minoritas dari setiap populasi di bumi.

Hal ini menyebabkan orang kidal tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan karena harus menggunakan alat-alat yang dirancang untuk mayoritas orang yang menggunakan tangan kanan.

Selain itu, banyak orang kidal yang terpaksa menulis dengan tangan kanan, seperti yang dialami Raja George VI dari Inggris.

Mereka sering mendapatkan diskriminasi dan dicurigai.

Hal ini dibuktikan dalam kata bahasa yang menggambarkan orang kidal.

Wawancara Khusus, Mahfud MD Tak Menyangka Prabowo Jadi Menhan, Saya Kaget Betul

Bukan Hanya Wajah Baru, Samsu Alam Kades Petahana Desa Sungai Jeruk, Tanjabtim Juga Kembali Terpilih

Jose Mourinho Larang Harry Kane Dijual Tottenham Hotspur pada Bursa Transfer 2020, Alasannya?

“Kanan" dalam Bahasa Inggris berarti "benar", sedangkan etimologi dari kata "sinister/jahat" dapat ditelusuri kembali ke kata Latin yang berarti "kiri."

Walaupun stigma menentang kidal telah memudar di sebagian besar tempat, para ilmuwan masih bingung oleh kesenjangan yang dialami para kidal.

Para peneliti masih berusaha memahami apa yang membuat orang lebih suka menggunakan satu tangan dan mengapa mayoritas orang menggunakan tangan kanan.

Pada tingkat individu, orang kidal mungkin ditentukan pada tahap awal pengembangannya.

Dalam jurnal Neuropsychologia (2005), para ilmuwan menjelaskan bahwa janin akan menunjukkan preferensi tangan di dalam rahim (dengan mengisap ibu jari satu tangan).

Kecenderungan ini akan berlanjut setelah mereka dilahirkan.

Meskipun tidak ada gen kidal, ternyata DNA merupakan salah satu penyebab kidal.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Brain: A Journal of Neurology , para peneliti di University of Oxford meneliti DNA sekitar 400.000 orang di Inggris dan menemukan bahwa empat wilayah genom terkait dengan kidal.

Para ilmuwan juga menelusuri kidal dari perspektif evolusi.

Caranya, mendeteksi kidal dalam catatan arkeologis dengan mencari ciri-ciri anatomi tertentu dalam kerangka prasejarah, seperti asimetri dalam ukuran dan kepadatan tulang lengan, dan memeriksa alat prasejarah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Tags
kidal
minus
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved