Sarolangun Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Tambah Jumlah Desa Tangguh Bencana

BPBD Kabupaten Sarolangun mengimbau kepada masyarakat agar waspada bencana, seiring masa peralihan musim atau pancaroba.

Sarolangun Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Tambah Jumlah Desa Tangguh Bencana
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
BPBD Sarolangun imbau masyarakat untuk siaga bencana. 

Sarolangun Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Tambah Jumlah Desa Tangguh Bencana

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun mengimbau kepada masyarakat agar waspada bencana, seiring masa peralihan musim atau pancaroba.

BPBD Kabupaten Sarolangun hingga tahun 2019 ini sudah membentuk desa tangguh bencana.

Dengan total 24 desa tangguh bencana, dengan rincian tahun 2019 ini ada tambahan empat desa yang dibentuk. Sedangkan tahun sebelumnya sudah ada 20 desa yang terbentuk, dan tersebar di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

”Tahun ini menambah jumlah desa tangguh bencana yang tersebar di daerah rawan bencana banjir, longsor dan kebakaran,” kata Kepala BPBD Sarolangun, Trianto.

Selain itu, guna menunjang kinerja, sarana dan prasarana juga harus diperhatikan. Pihaknya kini menerima bantuan dari BNPB Pusat berupa kendaraan operasional serta beberapa peralatan penting.

Tingkatkan SDM, Pemkot Jambi Lanjutkan MoU dan MOA dengan Universitas Jambi

Terkendala Infrastruktur, 3000 Hektar Lebih Sawah di Merangin Tidak Produktif

Jelang Pilkada Serentak, ASN Kabupaten Bungo Diminta Tetap Netral

Diantaranya satu unit mobil tangki pemadam, 1 unit Force Water Pump, 1 Fire Hose Zhield Tex 1.5×20 M,1 Nozel Forestry,1 Suction Hose 3 M, 1 Flexibel Tank 3.000 liter.

Tahun 2020 nanti, pihaknya juga masih mengusulkan beberapa peralatan penting.

“Tahun 2020, kita mengusulkan mobil tangki 2 unit lagi, mobil Rescue, mobil angkut, embung air kapasitas 5.000 liter. Sebab setiap ada bencana peralatan pendukung sangat penting, contohnya saja waktu karhutla kita cukup keteteran tapi bersyukur berkat kerjasama lintas sektoral kita bisa selesaikan ini,” pungkasnya.

Sedangkan untuk kewaspadaan masyarakat katanya saat ini harus ditingkatkan, karena saat ini mulai masuk peralihan musim.

Untuk dampak peralihan musim sendiri sangat bermacam-macam, seperti angin kencang dan tanah longsor bisa saja terjadi. Ia berharap agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana harus waspada. (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved