BPK Temukan Banyak Aset Sarolangun Dipegang Mantan Pejabat, Hilal Minta Segera Dikembalikan

Aset pemerintah Sarolangun yang masih banyak berada di tangan pihak lain dan mantan para pejabat itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI

BPK Temukan Banyak Aset Sarolangun Dipegang Mantan Pejabat, Hilal Minta Segera Dikembalikan
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Mobil dinas pejabat Pemkab Sarolangun yang rusak. 

BPK Temukan Banyak Aset Sarolangun Dipegang Mantan Pejabat, Hilal Minta Segera Dikembalikan 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Beberapa aset pemerintahan Kabupaten Sarolangun kini menjadi sorotan.

Pasalnya, aset pemerintah Sarolangun yang masih banyak berada di tangan pihak lain dan mantan para pejabat itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Diakui Wakil Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri bahwa memang beberapa aset pemerintah Sarolangun saat ini masih banyak di tangan pihak lain apalagi mantan para pejabat.

"Kita menindak lanjuti yang masih ada di tangan mantan para pejabat. Dengan kesadaran untuk dapat mengembalikan ke pemerintah," ujarnya.

Dilanjutkan, Kemenhub Kembali Anggarkan Rp 91 Miliar Untuk Pelabuhan Ujung Jabung

UPDATE Kasus Medina Zein VS Irwansyah, Usai Diperiksa 5 Jam Suami Zaskia Sungkar Kabur dari Wartawan

Memperingati Hari Diabetes, 80 Calon Fisioterapis STIKBA Turun ke Warga, Edukasi Kesehatan Gratis

Katanya, saat ini persoalan aset daerah sudah masuk daftar temuan BPK RI. Ia berharap agar aset tersebut segera dikembalikan, sehingga aset tersebut bisa diperuntukan oleh pejabat yang seharusnya bertanggung jawab dan menunjang kinerjanya.

Katanya, jika persoalan aset ini tidak segera ditangani dan tidak dikembalikan, ditakutkan akan ada hal lain yang menajdi persoalan.

"Kita tidak menginginkan jika dipanggil oleh provinsi," katanya.

Katanya, saat ini pihaknya sudah melakukan teguran secara persuasif terlebih dahulu. Jika memang tidak bisa dilakukan secara persuasif, tim dari kejaksaan sudah siap untuk melakukan eksekusi dan melakukan penarikan.

"Saya menginginkan secara persuasif dulu dan kita ingin sama-sama baik. Kalau memang jalan terakhir harus bekerjasama dengan kejaksaan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved