Wilayah Masuk Tanjab Timur, Program Transmigrasi di Muaro Jambi Terancam Batal

Program Transmigrasi yang telah diusahakan setahun belakangan ini oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terancam batal.

Wilayah Masuk Tanjab Timur, Program Transmigrasi di Muaro Jambi Terancam Batal
NET
Ilustrasi kawasan transmigrasi

Wilayah Masuk Tanjab Timur, Program Transmigrasi di Muaro Jambi Terancam Batal

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Program Transmigrasi yang telah diusahakan setahun belakangan ini oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terancam batal.

Sebab, dalam perkembangan ternyata daerah yang hendak dijadikan lahan transmigrasi ternyata masuk lahan Kabupaten tetangga yaitu Tanjung Jabung Timur.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi M.Ali saat diwawancarai Tribunjambi.com, usai mengikuti Rapat Anggaran Bersama DPRD Provinsi Jambi, Jumat (15/11).

Kata dia persoalan ini baru diketahui sebulan belakangan (Oktober,red) sewaktu pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan nasional.

"Baru sebulan lalu BPN ukur SK Areal Penggunaan Lain (APL) sebagai syarat yang diinginkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mendapatkan program Transmigrasi," jelasnya.

Kala Kemensos Kunjungi Kantor Tribun Jambi, Lalu Bicarakan Tentang PMKS

Dengar Tuntutan Jaksa, Dua Perempuan Terdakwa Narkotika di Bungo Langsung Memohon Keringanan Hukum

Dinas Perpustakaan Bawa Mobil Pintar ke WFC Kuala Tungkal, Cara Jitu Tingkatkan Literasi Anak

Kata dia BPN menemukan lokasi di Desa Sungai Aur ternyata masuk wilayah Tanjung Jabung Timur dan sebagian kecil masuk Muaro Jambi. Yang jadi masalah, adalah program ini sebelumnya diusahakan oleh Muaro Jambi. Untuk itu, Ali menyebut pihaknya sedang mengusahakan berkoordinasi dengan kedua kabupaten tersebut.

"Karena sayang program ini sudah tanggung hampir pengalokasian anggaran," sebutnya.

Usaha yang mungkin dilakukan nantinya Ali menyebut tetap dibawah koridor Pemprov sebagai fasilitaror. Sedangkan Muaro Jambi sebagai daerah pengusul Transmigrasi.

"Kita koordinasikan karena kalau tetap berada di Tanjabtim desa calon transmigrasi ini jadi terancam batal, karena Tanjabtim belum tentu mau terima transmigrasi itu yang kita usahakan bicara, bagaimana solusinya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved