Berantas Buta Aksara, BKMT Merangin Gelar Pelatihan Baca Alquran Satu Jam Bisa
Pimpinan Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Merangin menggelar pelatihan baca Al Quran Satu Jam Bisa.
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Berantas Buta Aksara, BKMT Merangin Gelar Pelatihan Baca Al Quran Satu Jam Bisa
Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO ---Pimpinan Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Merangin menggelar pelatihan baca Al Quran Satu Jam Bisa.
Pelatihan yang digelar di Auditorium rumah dinas bupati Merangin itu diikuti 60 orang, sebanyak 30 orang benar-benar belum bisa baca Al Quran dan 30 orang lainnya merupakan guru mengaji. Kegiatan ini menghadirkan pengajar dari Jakarta, Ustadz H Ahmad Farid.
Bupati Merangin H Al Haris melalui Asisten I Setda Merangin H Abdul Gani menyebut jika metode yang diajarkan Ustadz H Ahmad Farid sangat bagus sekali dalam upaya memberantas buta aksara Al Quran di Kabupaten Merangin.
• VIDEO: Viral, Aksi Orang Gangguan Jiwa Bantu Ambulans di Jalanan Padat Kendaraan
‘’Saya sangat berterimakasih sekali dengan PD BKMT Merangin yang telah berperan membangun Kabupaten Merangin melalui pembangunan mental, memberantas buta aksara Al Quran,’’ujar H Abdul Gani, Kamis (14/11).
Terpisah, Ketua PD BKMT Merangin Hj Hesti Haris, menyebut jika banyak metode cara belajar membaca Al Quran. Katanya, jika dulu untuk bisa membaca Al Quran harus bertahun-tahun belajarnya, sekarang melalui metode cepat ini hanya satu jam.
‘’Metode ini lebih mudah, simpel dan praktis serta mudah dipahami. Pelatihan ini merupakan upaya kita dari PD BKMT Merangin, dalam memberantas buta aksara Al Quran,’’ujar Hj Hesti Haris.
• Bergaji Rp 3,8 Juta, Guru di Pedalaman Papua Hanya Bisa Beli Air Bersih dan Minyak Tanah
Dari sebanyak 60 orang peserta pelatihan itu, Ketua PD BKMT Merangin sempat minta komentar dua orang peserta, pertama Nadia siswi SMPN 01 Merangin dan Mengkabau (seorang Suku Anak Dalam) pelajar SMP 04 Merangin.
Kedua pelajar tersebut, sama-sama mengaku metode yang diajarkan sangat praktis dan mudah.
‘’Sebelumnya saya belajar baca Al Quran dari Iqrok, tapi metode Satu Jam Bisa ini lebih mudah,’’ujar Mengkabau.
Guna mempercepat menuntaskan buta aksara Al Quran, Hj Hesti Haris minta para guru mengaji yang mengikuti pelatihan tersebut, bisa cepat mensosialisasikan ilmu yang didapat kemasyarakat.
‘’Nati BKMT akan bekerjasama dengan pemerintah desa di setiap desanya untuk pelatihan ini, sehingga semakin banyak menciptakan guru mengaji dengan metode cepat Satu Jam Bisa ini.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/membaca-alquran_20180419_231517.jpg)