Breaking News:

Mengenal Sosok Meutya Hafid, Pimpin Rapat Menhan Prabowo Subianto, Pernah Disandera Tentara Irak

Kiprah Meutya Hafid di politik bukan hal baru meski usianya masih terbilang muda. Politisi Partai Golkar ini satu-satunya perempuan

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan Ketua Komisi I DPR Meutia Hafid menjelang rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Tak hanya itu, mitra kerja Komisi I juga adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas); Badan Keamanan Laut (Bakamla), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat,  Komisi Informasi Pusat (KI Pusat), Lembaga Sensor Film (LSF) dan Perum LKBN Antara.

Anggota Dewan yang juga mantan jurnalis Meutya Hafid menghadiri pidato Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Pidato Kenegaraan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus 2014. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Anggota Dewan yang juga mantan jurnalis Meutya Hafid menghadiri sidang bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).  (TRIBUN/DANY PERMANA)

Meutya Hafid memimpin 47 anggota Komisi I dari berbagai partai politik serta 4 wakil ketua Komisi I.

1 Kg Sabu Tujuan Lampung Diamankan dari Penumpang Kapal di Pelabuhan Marina, Kuala Tungkal

Sebenarnya Meutya Hafid bukan nama yang asing lagi bagi dunia pers tanah air.

Kiprahnya saat menjadi wartawan terbilang sangat mengagumkan.

Utamanya dia ditugaskan meliput langsung sejumlah perang di berbagai dunia.

Pada 18 Februari 2005, Meutya diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di perang Irak.

Dia akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri yaitu "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak".

Presiden SBY kala itu menghadiri langsung peluncuran bukunya.

Tak hanya itu, Meutya juga pernah ditugaskan sebagai jurnalis pada konflik Palestina (2007), Meliput Pemilu Australia/ pergantian kepemimpinan di Australia (2007), Kudeta Militer Thailand (2006), Konflik Thailand Selatan (2006), Pemilu Irak (2005), Dialog Pemimpin Muslim dunia di Rusia tahun 2005.

Spesifikasi AMD Ryzen Threadripper 3rd Gen, 144 MB Cache, 32 Core dan 64 Thread, Segini Harganya

Halaman
1234
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved