Teror SMS Hingga Ancaman Pembunuhan Makanan Sehari-hari, Bagi Kasi Intel Kejari Muarojambi
Kebanyakan orang ingin hidup dengan pekerjaan yang nyaman, aman dan tentram. Tentu itu impian itu yang diinginkan seseorang
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kebanyakan orang ingin hidup dengan pekerjaan yang nyaman, aman dan tentram. Tentu itu impian itu yang diinginkan seseorang ketika ingin meniti karir terlepas dari besaran gaji yang di dapatkan.
Namun, ini berbeda dengan keputusan dari Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Muarojambi Novan Harpanta, S.H., MH atau kerap di sapa Novan. Ancaman dalam pekerjaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari selama Ia mengeluti profesi tersebut.
• Isi Percakapan Jokowi dan Luhut Bocor, Akhirnya Terungkap Tujuan Jadikan Prabowo Menteri
Pria yang lahir di Jakarta ini baru saja merayakan ulang tahunnya tepat pada Jumat, 8 November lalu. Ada banyak tantangan hingga ancaman yang didapat selama Ia bekerja. Namun, menurutnya itulah suatu resiko yang harus Ia hadapi karena telah memilih untuk mengabdikan dirinya pada negara.
Pria kelahiran tahun 1984 ini memiliki jiwa pantang menyerah dan berjiwa optimis. Ia sendiri merupakan anak tunggal dari ibu Mira Dwi Koriyanti. Ketertarikannya pada bidang hukum di akuinya memang sudah sejak dari kecil.
• Darmawan Salihin Menikahi Wanita Muda Cantik, Hotman Paris Sindir, Ingat Jessica Kopi Sianida?
"Sejak dulu memang bercita-cita di bidang hukum, tertarik jadi jaksa setelah terjun menangani kasus. Kalo Ancaman dalam pekerjaan sudah makanan sehari-hari," ucapnya
Karir pertama yang dijalani oleh Novan yaitu bekerja sebagai staff intelijen yakni pada 2010 hingga 2013 dengan penempatan awal di Aceh. Kemudian Ia sempat di tempatkan di Kejaksaan Agung Jakarta sebagai staff Pembinaan pada awal hingga akhir 2014.
"Kemudian dimutasi ke Bengkulu hingga 2018 menjabat sebaga jaksa fungsional intel dan di mutasi ke Kejari Muarojambi hingga saat ini menjadi Kasi Intel," tuturnya
Sementara itu, berbagai pendidikan telah di laluinya, mulai dari pendidikan Teknik administrasi Kejaksaan, Pendidikan Jaksa, Cyber crime hingga Diklat Anak. Bahkan di Kejari Muarojambi, Novan Harpanta tidak hanya menjabat sebagai Kasi Intel Kejari, namun Ia sendiri juga merupakan satu-satunya Jaksa yang bersertifikat sebagai Jaksa Anak.
Saat di tanya keadaan di Muarojambi terutama di Dinas-Dinas Pemerintahan Kabupaten Muarojambi, Novan memiliki pandangan bahwa sejauh ini dinas-dinas dapat berkordinasi dan bersinergi baik dengan instansi vertikal maupun horizontal.
• Novel Baswedan Beri Peringatan Dewi Tanjung, Saling Lapor Kasus Air Keras Memanas
"Selama dimuaro jambi situasi terbilang aman dan kondusif, culture masyarakat di muarojambi juga tidak terlalu berbeda dengan tempat tinggal asal saya, masyarakatnya sangat bersahabat dan menerima setiap pendatang," teranganya
Novan Harpanta yang merupakan alumni S1 Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta ini mengungkapkan bahwa pendidikan dan karir yang Ia dapatkan tidak semuanya berjalan mulus. Bahkan dalam bekerja dan sehari-hari ancaman demi ancaman selalu Ia dapati
Tidak hanya mendapatkan ancaman biasa berupa teror sms ataupun telepon, Novan yang juga telah mendapatkan gelar Magister Hukum di Universitas Jayabaya Jakarta ini juga sempat mendapatkan ancaman untuk di bunuh.
"Ya ancaman-ancaman itu biasa, teror atau apa itu biasa. Bahkan juga sempat ada yang ngancam saya bakal di bunuh,"ungkap
Ia menyebutkan bahwa dari awal keputusan untuk mengeluti profesi di bidang hukum ini memang paham betul terhadap resiko-resiko selama menjalani pekerjaan tersebut. Namun, karena tekad dan jiwa yang suka dengan tantangan, dan tentunya untuk mengabdi, menjadikan resiko-resiko tersebut sebagi angin lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kasi-intelijen-novan-harpant.jpg)