UMP Jambi 2020 Naik, Pemkab Batanghari Masih Pikir-pikir untuk Tetapkan UMK

UMP Jambi tahun depan sudah dipastikan naik. Gubernur Jambi Fachrori Umar telah meneken Surat Keputusan Gubernur tentang UMP Jambi tahun 2020.

UMP Jambi 2020 Naik, Pemkab Batanghari Masih Pikir-pikir untuk Tetapkan UMK
tribunnews.com
ilustrasi 

UMP Jambi 2020 Naik, Pemkab Batanghari Masih Pikir-pikir untuk Tetapkan UMK

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemkab Batanghari berencana merapkan sistem pengupahan para pekerja dari Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2020.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Batanghari, Syargawi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Hanya saja, katanya saat ini pemda masih mempelajari mengenai jika sistem UMK telah diterapkan.

"Kita sedang merancang pengubahannya. Tapi masih menunggu keputusan bupati dengan melihat jumlah perusahaan dan pekerja yang ada di Kabupaten Batanghari," ujarnya, Jumat (8/11).

Ia menyebutkan, penerapan UMK di Kabupaten Batanghari ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, menurutnya UMK bakal lebih banyak kekurangannya jika diterapkan.

"Setelah dipelajari terhadap kabupaten yang telah menetapkan UMK seperti Kabupaten Tanjabbar. Rumusan yang ada UMK ini malah lebih rendah dari UMP. Bukan mendapatkan sesuatu yang lebih baik, justru sebaliknya," katanya.

Eman Menangis di Persidangan, Katakan Sabu yang Jadi Bukti Bukan Miliknya

Banyak Pembalap Tumbang, Etape 7 Tour de Singkarak 2019 Sisakan 75 Pembalap

Empat Kursi Petinggi Kosong, Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Eselon II

Pihaknya juga sudah pernah mencoba membahas hal ini dengam beberapa serikat pekerja. Dan sampai hari ini kata Syargawi, mereka masih menyetujui UMP karena lebih tinggi dari UMK.

"Untuk penerapan UMK, kita masih pikir-pikir. Meski kita sudah punya dewan pengupahan yang membahas penetapan UMP ke UMK. Tapi rumusannya itu tadi, jika upahnya lebih rendah maka bisa merugikan pekerja," sebutnya.

Terkait kenaikan UMP di Provinsi Jambi, Syargawi menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat dari Pemprov Jambi.

"Sampai akhir tahun ini belum terima surat penetapan kenaikan UMP. Yang jelas sampai saat ini kita masih berpatokan pada UMP," jelasnya.

Untuk diketahui, UMP Jambi tahun depan sudah dipastikan naik. Gubernur Jambi Fachrori Umar telah meneken Surat Keputusan Gubernur tentang UMP Jambi tahun 2020.

Dalam surat keputusan Gubernur yang diteken per tanggal 25 September 2019 tersebut, ditetapkan besaran UMP Provinsi Jambi tahun 2020 sebesar Rp 2.630.162,13 per bulan untuk waktu 7 jam sehari dan 40 jam seminggu. Atau naik sekitar Rp 206.272,97 dari UMP saat ini senilai Rp 2.423.889,16. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved