Jubir OPM Sebut Kerusuhan Wamena Disengaja, Orang Papua Tidak Membenci Pendatang

kerusuhan yang terjadi di Wamena, September silam, bukan ulah dari OPM. “Orang Papua tidak membenci pendatang atau bahasa ilmiahnya migran,”

Jubir OPM Sebut Kerusuhan Wamena Disengaja, Orang Papua Tidak Membenci Pendatang
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

Jubir OPM Sebut Kerusuhan Wamena Disengaja, Orang Papu Tidak Membenci Pendatang

TRIBUNJAMBICOM, JAYAPURA - Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim tak membenci pendatang di di Tanah Papua.

Dengan demikian, kerusuhan yang terjadi di Wamena, September silam, bukan ulah dari OPM.

“Orang Papua tidak membenci pendatang atau bahasa ilmiahnya migran,” ujar Juru Bicara OPM Sebby Sambom melalui pesan elektroniknya Selasa (5/11/2019) dari Papua Nugini.

Menurut Sebby Sambom, Negara adalah kumpulan dari suku bangsa.

Salah satu bangunan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang hangus terbakar saat terjadi amuk massa pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019)
Salah satu bangunan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang hangus terbakar saat terjadi amuk massa pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019) (Dok Staff Khusus Gubernur Papua)

”Sebab, bangsa adalah kumpulan dari sejumlah etnis dan suku. Contoh, di Indonesia, Amerika, Singapura dan semua negara di dunia membentuk sebuah bangsa yang di dalamnya ada berbagai ras,” ucapnya.

Indonesia, kata Sebby Sambom, juga terdiri dari berbagai ras, itulah cerminan sebuah bangsa.

“Di Indonesia sendiri ada ras Melayu, Cina, Arab dan lain sebagainya. Dan juga orang Papua sadar mengetahui bahwa musuh utama mereka adalah sistem kolonialisme dan kapitalisme, bukan manusia,” kata Sebby Sambom.

Papua Selatan Akan Jadi Provinsi Baru Indonesia, Begini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian!

Mengenal Rita Santoso (27) Rektor Termuda di Indonesia, Selain Cantik Lihat Prestasi Menterengnya

Bahkan, Sebby Sambom mengatakan, orang Papua sudah cukup lama hidup berdampingan dengan kaum pendatang di tanahnya sendiri, dan tidak pernah terjadi pertentangan.

”Sudah cukup lama hidup berdampingan dengan kaum migran, dan tidak pernah konflik Sara di Papua,” ungkapnya.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved