Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Mayat Pasukan Elite Inggris Dikubur di Hutan Kalimantan, Pertempuran Tak Terduga Kopassus 1964

Bukti adanya pasukan SAS akan membuat pemerintah Inggris mengambil sikap terhadap kebijakan militernya di perbatasan Kalimantan-Malaysia

Tayang:
Editor: Duanto AS
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Kopassus pasukan elite TNI AD. 

Mayat Pasukan Elite Inggris Dikubur di Hutan Kalimantan, Pertempuran Tak Terduga Kopassus 1964

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa tak terduga Kopassus dengan pasukan elite musuh ini terjadi di pedalaman Kalimantan.

Anggota RPKAD (sekarang Kopassus) akhirnya menguburkan mayat pasukan Special Air Service (SAS) itu di hutan Kalimantan.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ternyata pernah 'berjumpa' dengan pasukan elite Inggris Special Air Service (SAS) dan Gurkha.

Baca Juga

Plaaak, Dedengkot Kopassus Tempeleng Pipi Soeharto Gara-gara Telegram, Sirkus apa-apaan ini?

Gabungan Kopassus Kopaska Denjaka Kejar Perompak sampai Pantai, Habisi, Mirip Film Captain Phillip

Kopassus Dihina Media Thailand, Selang Beberapa Jam Aksi Cepatnya Selamatkan Sandera Guncang Dunia

SAS merupakan pasukan paling berbahaya di dunia karena kemampuannya dan keberhasilan mereka dalam misi-misi berbahaya.

Kisah perseteruan antara Kopassus dan pasukan elite kerajaan Inggris ini bermula saat terjadinya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.

Antara tahun 1961-1966 meletus konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang kemudian memicu konflik bersenjata.

Konflik terjadi di perbatasan baik berupa penyusupan pasukan gerilya maupun pasukan reguler.

Tindakan militer untuk menggempur Malaysia pun dikumandangkan oleh Presiden Sukarno di depan rapat raksasa di Jakarta pada 3 Mei 1964.

Resiman Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). (Moh Habib Asyhad)
Resiman Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). (Moh Habib Asyhad) ()

Presiden Sukarno lalu mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora).

Poin pertama Dwikora adalah pertinggi ketahanan revolusi Indonesia.

Kedua bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Serawak, dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia.

Komando tempur Dwikora dipercayakan kepada Panglima Angkatan Udara Laksamana Madya Omar Dhani yang menjabat sebagai Panglima Komando Siaga (KOGA).

Sementara tugas yang dibebankan kepada KOGA adalah mempersiapkan operasi militer terhadap Malaysia.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved