Karhutla

Api yang Kepung Permukiman di Desa Sungai Cemara Sudah Teratasi, Namun Asap Masih Mengepul

Pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Api yang Kepung Permukiman di Desa Sungai Cemara Sudah Teratasi, Namun Asap Masih Mengepul
tribunjambi/Abdullah Usman
Asap mengepul dari sisa-sisa kebakaran lahan yang merembet mengepung Desa Sungai Cemara Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjab Timur, Senin lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang menghanguskan satu unit rumah, kemarin Kamis (31/10) kondisi di lokasi perlahan membaik.

Hal tersebut dikatakan Camat Sadu Frans, saat dikonfirmasi Tribun. Meski sejauh ini pihaknya belum mendapatkan perkembangan info terbaru terkait kebakaran yang terjadi di desa tersebut.

"Namun, info terakhir beberapa titik sudah padam, ditambah pada dua hari lalu hujan terus mengguyur dengan cukup deras. Sehingga sedikit membantu petugas pemadaman di lapangan," ujarnya.

Perkembangan pemukiman warga yang terkepung api beberapa hari lalu kata Frans, pihaknya juga masih menunggu informasi terbaru dari petugas di lapangan.

"Memang sebagian titik sudah berkurang dan padam. Namun kita belum mendapat info apakah di lokasi dekat pemukiman penduduk tadi sudah padam atau belum," jelasnya.

"Namun, untuk petugas masih berada di lokasi, hanya saja untuk informasi karena sulitnya sinyal jadi tidak bisa update sekarang," tambahnya.

Dalam pemadaman kata Frans, masih melibatkan masyarakat, TNI, Polri dan BPBD. Sedangkan untuk bantuan tenaga dari pihak provinsi sejauh ini belum ada.

Sementara itu Kepala Desa Sungai Cemara, Sawaluddin melalui pesan whatsapp nya menuturkan,sejauh ini untuk perkembangan kebakaran di Desa Sungai Cemara, sudah mulai membaik meski kepulan asap dan potensi api masih mungkin terjadi.

"Alhamdulillah, sejauh ini untuk api yang mengepung pemukiman sudah bisa diatasi. Pascahujan turun dan juga dibantu water bombing," jelasnya.

Dengan kondisi lokasi yang mulai membaik, beberapa warga yang sebelumnya sempat mengungsi akibat api yang mendekati pemukiman mereka sudah mulai kembali ke rumah meski tetap waspada karena peluang api kemungkinan masih terjadi.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved