Dua Kubu Bersitegang, Kongres PSSI Kota Sungai Penuh Batal Digelar

Kongres PSSI Kota Sungai Penuh yang sedianya digelar, 27 Oktober 2019 di aula Hotel Arafah batal.

Dua Kubu Bersitegang, Kongres PSSI Kota Sungai Penuh Batal Digelar
Tribunjambi/Heru
Kongres PSSI Kota Sungai Penuh yang sedianya digelar, 27 Oktober 2019 di aula Hotel Arafah batal digelar. 

Dua Kubu Bersitegang, Kongres PSSI Kota Sungai Penuh Batal Digelar

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAI PENUH - Kongres PSSI Kota Sungai Penuh yang sedianya digelar, 27 Oktober 2019 di aula Hotel Arafah batal.

Dua calon ketua PSSI, masing - masing dari kubu perubahan menjagokan ketua DR. Alvia Santoni, SE, MM dan kubu 'istana' yang dimotori oleh DR. Hadiyandra dengan memasang calon Lendra Wijaya tidak mencapai kesepakatan.

Kegagalan kongres ini berawal dari adanya surat mandat ganda PS Debai Kecamatan Tanah Kampung. Mandat pertama ditanda - tangani oleh ketua Karang Taruna. Sedangkan, mandat kedua ditanda - tangani oleh PJs. Kepala Desa.

Sebelum acara kongres dibuka, Hadiyandra mempertemukan kedua pemegang mandat di meja rapat. Keduanya pemegang mandat bersitegang dengan keyakinan.

"Yang sah adalah mandat dari karang taruna, yang melakukan pembinaan bola selama ini adalah karang taruna. Mandat PJs Kades itu baru. PJs. Kades jadi kades baru beberapa bulan ini. Tadi ada lobi supaya PS Debai abstain. Ini tidak kita terima" kata pemegang.

Pemekaran Dua Kecamatan di Kerinci Tinggal Menunggu Kode Wilayah dari Kemendagri

25 Kepala Sekolah di Muarojambi Tak Ikuti Diklat Penguatan, Kadisdik Singgung Masalah Ini

Dua Spesialis Pencuri Motor Ditangkap Polresta Jambi, Rahmat Pernah Ditahan Kasus Pencehan Seksual

Mandat karang taruna yang mendukung Alvia Santoni. Sedangkan, mandat dari PJs. Kades pendukung Lendra Wijaya.

Protes juga muncul dari PS Cahaya Muda yang tidak dimasukkan sebagai voter.

"Kita sangat menyayangkan Cahaya Muda tidak dimasukkan ke dalam voter. Padahal Cahaya Muda adalah klub Sepak Bola yang aktif dan pernah tingkat Kota Sungai Penuh, " ujar utusan PS Cahaya Muda Heldi Efendi.

Karena tidak mencapai kesepakatan sebelum dibukanya pleno, Alvia Santoni dan Lendra Wijaya difasilitasi oleh panitia untuk merembuk. Namun, sebelum rembuk juga terjadi persitegangan. Dimana, Hadiyandra dari kubu Lendra juga ingin duduk untuk ikut berembuk. Namun, dari kubu Alvia Santoni memprotes keras.

"Tidak bisa kalau Pak Hadiyandra ikut duduk bersama Antos dan Lendra. Kalau Pak Hadiyandra ikut, dari kami pihak Antos juga harus ikut," terang Heldi Efendi.

Dalam rembuk itu juga tidak mencapai kesepakatan. Namun disisi lain, panitia tidak berani menggelar pleno.

"Pleno kita tunda sampai batas yang tidak ditentukan," ujar Taufik utusan PSSI Provinsi Jambi.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved