KETIKA Pak Harto Ditempeleng Alex Kawilarang Pendiri Kopassus Sedang Marah Besar, Begini Kisahnya
TRIBUNJAMBI.COM - Tahukah Anda bahwa Pak Harto (Presiden Soeharto) selama karir tentaranya pernah ditampar atasannya yang kala itu marah besar
TRIBUNJAMBI.COM - Tahukah Anda bahwa Pak Harto (Presiden Soeharto) selama karir tentaranya pernah ditampar atasannya yang kala itu marah besar.
Sebagaimana diketahui Presiden kedua RI, Soeharto yang memerintah 32 tahun merupakan Jenderal yang berpengalaman dalam berbagai operasi militer.
Pada zaman orde baru untuk melanggengkan kekuasannya, Soeharto menggunakan tentara untuk menekan pihak-pihak yang mencoba mengganggu.
• ANGGOTA Kopassus 5 Hari Tidur di Tumpukan Mayat Temannya Mulai Membusuk: Hindari dari Incaran Musuh
• Download Lagu MP3 Kompilasi 25 Lagu Batak Terlaris 2019, Marsada Acoustic s/d Lis Sugianto
Namun siapa sangka sosok yang ditakuti ini pernah mengalami hal tak menyenangkan yakni pernah ditampar oleh Alex Kawilarang seorang perwira pendiri Kopassus.
Sewaktu masih aktif bertugas di militer Soeharto pernah ditampar oleh pria yang satu ini.
Dalam sejarah dunia militer Indonesia, sosok Alex Evert Kawilarang merupakan nama yang tak asing lagi dikenal.
Pria kelahiran Batavia (kini Jakarta), 23 Februari 1920 ini pernah menempeleng Presiden kedua Indonesia, Soeharto.
• Keistimewaan Artis Ibu Kota PA (23) sehingga Muncikari JL Jual Mahal, Tepergok Berhubungan Badan
• Keluraha Eka Jaya Peraih Kampung Bantar Terbanyak di Kota Jambi
• Sisa Peradaban Pantai Timur Sumatera yang Terancam Hilang Karena Kebakaran Hutan
Penempelengan tersebut terjadi ketika Kawilarang menjabat sebagai Panglima selaku atasan dari Letkol Soeharto.
Sekitar tahun 1950-an, sebagai Panglima Wirabuana, Alex E Kawilarang melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman.
Namun Soekarno justru menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar.
Brigade Mataram, pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar saat itu juga dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.
• ARTIS Ayu Ting Ting Bocorkan Lokasi Pernikahan, Ivan Gunawan Berikan Jawaban Mengejutkan di Ranjang
• SEBENTAR LAGI Live Streaming Bein Sport Inter Milan vs Parma, Laga Panas Akhir Pekan
• Hasil French Open 2019, Daftar Pemain Indonesia yang Lolos ke Final, Jojo Bantai Viktor Axelsen
Mendengar radiogram tersebut, Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.
Setibanya di lapangan udara Mandai, ia langsung memarahi Komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto, sambil menempelengnya.
"Sirkus apa-apaan nih?" kata Kolonel Alex Kawilarang sambil menempeleng pipi Letkol Soeharto.
Latar belakang Alex E. Kawilarang
Alex E Kawilarang merupakan putera dari keluarga dengan latar belakang militer.
Ayahnya adalah A.H.H. Kawilarang, yang merupakan seorang mayor KNIL asal Tondano.
• Harga dan Spesifikasi Realme XT Terbaru di Indonesia, Keunggulan Kamera Mode Ultra 64MP
• PENYIDIK Ungkap Sosok Pelanggan Jasa Prostitusi Artis, Ternyata PA Finalis Putri Pariwisata
• Gadis Jambi Rilis 9 Novel, Tulisan Rahma Terbaru Senja yang Tak Tergantikan
Ia lahir dari ibu bernama Nelly Betsy Mogot, yang berasal dari Remboken.
Alex E Kawilarang, juga merupakan sepupu dari Pahlawan Nasional, Daan Mogot.
Ia meninggal di Jakarta pada 6 Juni 2000 silam di usia 80 tahun.
Selain sebagai perwira militer yang termasuk dalam Angkatan '45, Alex E Kawilarang juga merupakan mantan anggota KNIL.
Karier Militer Alex E Kawilarang
Alex E Kawilarang mengawali kariernya sebagai Komandan Pleton Kadet KNIL di Magelang pada tahun 1941-1942.
• Lowongan Kerja - PT Angkasa Pura Support Rekrut Lulusan SMK D3 S1, Daftar Online Disini
• Bulog Salurkan 331 Ton Beras ke e-Warung untuk Penerima BPNT di Provinsi Jambi
• Tak Kalah dari Sate Padang, Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi Sajikan Sate Lilit Khas Bali
Kariernya melaju cepat seiring berjalannya waktu.
Pada 11 Desember 1945 ia telah menjadi perwira dengan pangkat mayor dan bertugas sebagai penghubung dengan pasukan Inggris di Jakarta.
Sebulan kemudian, tepatnya pada Januari 1946 ia menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, dengan pangkat letnan kolonel.
Tiga bulan setelah itu, pada April-Mei 1946, ia diangkat menjadi Komandan Resimen Infanteri Bogor.
Tiga bulan selanjutnya, yakni pada bulan Agustus 1946 hingga 1947 ia diberi kepercayaan sebagai Komandan Brigade II/Suryakencana - Divisi Siliwangi di Sukabumi, Bogor dan Tjiandjur.
Pada 1948-1949, Kawilarang menjabat sebagai Komandan Brigade I Divisi Siliwangi di Yogyakarta.
• Rindu Masakan Bali, Ada Sate Lilit hingga Ongol-ongol di Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi
• Lowongan Kerja - PT Pegadaian Rekrut Karyawan Lulusan D3 S1, Cek Syarat & Penempatan
• Pebalap MotoGP Australia 2019 Kaget, Kanguru Nyeberang saat Motor Ngebut, Ini Videonya
Di tahun yang sama, tepatnya pada 28 November 1948 ia juga menjabat sebagai Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli, Sumatera Timur bagian selatan.
Setahun selanjutnya, pada 1 Januari 1949 pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), ia dipercaya sebagai Wakil Gubernur Militer PDRI untuk wilayah Tapanuli dan Sumatera Timur bagian selatan.
Di penghujung tahun 1949, tepatnya pada tanggal 28 Desember, ia dipercaya sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel.
Dua bulan kemudian, pada 21 Februari 1950, ia mendapatkan kepercayaan tambahan sebagai Panglima Tentara dan Territorium I/Bukit Barisan yang berkedudukan di Medan.
Pada 15 April 1950 ia diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi.
• Dewan Syuro PKB Jadi Tim Sy Fasha, Rahman Yakin PKB Usung Fasha di Pemilukada Jambi
Saat itu ia ditugaskan untuk memimpin Pasukan Ekspedisi dalam Operasi Penumpasan Pemberontakan Andi Azis di Makassar, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, dan Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur (TTIT) di Makassar dan pada November tahun yang sama menjadi Panglima TT III/Siliwangi yang di kemudian hari diubah namanya menjadi Kodam III/Siliwangi.
Salah satu jasanya yang hingga kini sangat terasa kehadirannya adalah saat ia merintis pembentukan pasukan khusus TNI pada April 1951, dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat.
Kesatuan ini merupakan cikal bakal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sekarang.
• ROCKY Gerung Goda Presenter Cantik Ini saat Live, Om Way Ledek : Kalau Soal Perempuan Dia Agak Dungu
• SIAPA Edhy Prabowo, Pernah Dipecat Sewaktu di AKABRI: Hingga Diselamatkan Prabowo Subianto
Kopassus memberikan penghargaan kepadanya sebagai anggota kehormatan Korps Baret Merah, pertengahan April , pada ulang tahun ke-47 komando itu.
Pada 10 November 1951 hingga 14 Agustus 1956, Kawilarang diangkat menjadi Panglima Komando Tentara dan Territorium III/Siliwangi yang berkedudukan di Bandung. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)