KETIKA Pak Harto Ditempeleng Alex Kawilarang Pendiri Kopassus Sedang Marah Besar, Begini Kisahnya
TRIBUNJAMBI.COM - Tahukah Anda bahwa Pak Harto (Presiden Soeharto) selama karir tentaranya pernah ditampar atasannya yang kala itu marah besar
Alex E Kawilarang merupakan putera dari keluarga dengan latar belakang militer.
Ayahnya adalah A.H.H. Kawilarang, yang merupakan seorang mayor KNIL asal Tondano.
• Harga dan Spesifikasi Realme XT Terbaru di Indonesia, Keunggulan Kamera Mode Ultra 64MP
• PENYIDIK Ungkap Sosok Pelanggan Jasa Prostitusi Artis, Ternyata PA Finalis Putri Pariwisata
• Gadis Jambi Rilis 9 Novel, Tulisan Rahma Terbaru Senja yang Tak Tergantikan
Ia lahir dari ibu bernama Nelly Betsy Mogot, yang berasal dari Remboken.
Alex E Kawilarang, juga merupakan sepupu dari Pahlawan Nasional, Daan Mogot.
Ia meninggal di Jakarta pada 6 Juni 2000 silam di usia 80 tahun.
Selain sebagai perwira militer yang termasuk dalam Angkatan '45, Alex E Kawilarang juga merupakan mantan anggota KNIL.
Karier Militer Alex E Kawilarang
Alex E Kawilarang mengawali kariernya sebagai Komandan Pleton Kadet KNIL di Magelang pada tahun 1941-1942.
• Lowongan Kerja - PT Angkasa Pura Support Rekrut Lulusan SMK D3 S1, Daftar Online Disini
• Bulog Salurkan 331 Ton Beras ke e-Warung untuk Penerima BPNT di Provinsi Jambi
• Tak Kalah dari Sate Padang, Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi Sajikan Sate Lilit Khas Bali
Kariernya melaju cepat seiring berjalannya waktu.
Pada 11 Desember 1945 ia telah menjadi perwira dengan pangkat mayor dan bertugas sebagai penghubung dengan pasukan Inggris di Jakarta.
Sebulan kemudian, tepatnya pada Januari 1946 ia menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, dengan pangkat letnan kolonel.
Tiga bulan setelah itu, pada April-Mei 1946, ia diangkat menjadi Komandan Resimen Infanteri Bogor.
Tiga bulan selanjutnya, yakni pada bulan Agustus 1946 hingga 1947 ia diberi kepercayaan sebagai Komandan Brigade II/Suryakencana - Divisi Siliwangi di Sukabumi, Bogor dan Tjiandjur.
Pada 1948-1949, Kawilarang menjabat sebagai Komandan Brigade I Divisi Siliwangi di Yogyakarta.
• Rindu Masakan Bali, Ada Sate Lilit hingga Ongol-ongol di Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi
• Lowongan Kerja - PT Pegadaian Rekrut Karyawan Lulusan D3 S1, Cek Syarat & Penempatan
• Pebalap MotoGP Australia 2019 Kaget, Kanguru Nyeberang saat Motor Ngebut, Ini Videonya
Di tahun yang sama, tepatnya pada 28 November 1948 ia juga menjabat sebagai Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli, Sumatera Timur bagian selatan.
Setahun selanjutnya, pada 1 Januari 1949 pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), ia dipercaya sebagai Wakil Gubernur Militer PDRI untuk wilayah Tapanuli dan Sumatera Timur bagian selatan.
Di penghujung tahun 1949, tepatnya pada tanggal 28 Desember, ia dipercaya sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel.