Sempat Bekerja Sebagai Menteri Sosial Sambil Gendong Anak, Siapa Sebenarnya Rusiah Sardjono?
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1964 dengan judul asli Ibu Rusiah Sardjono, S.H., Menteri Sosial.
Sempat Bekerja Sebagai Menteri Sosial Sambil Gendong Anak, Siapa Sebenarnya Rusiah Sardjono?
TRIBUNJAMBI.COM - Sejak dilantik sebagai Presiden ke dua, dalam waktu dekat Jokowi bakal mengumumkan jajaran kabinet Menterinya jilid dua.
Beberapa hari belakangan, tampak sejumlah calon menteri berdatangan ke Istana Negara untuk bertemu Jokowi.
Tak sedikit beberapa menteri memiliki kisah menarik dalam sepak terjangnya membantu Presiden.
Sebelumnya, mari kita mengenal beberapa menteri di zaman pemerintahan Presiden Soekarno yang dikenal sangat sederhana namun mencurahkan segala pikirannya untuk kemajuan Indonesia.
Satu diantaranya yakni Ibu Rusiah Sardjono, menteri sosial pada zaman pemerintahan Soekarno.
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1964 dengan judul asli Ibu Rusiah Sardjono, S.H., Menteri Sosial.

Kesan pertama tamu yang memasuki kamar tunggu Departemen Sosial: semua serba sederhana, tetapi toh rapi dan menarik.
Kecuali seekor harimau (diawetkan) yang berbaring seenaknya mengikuti pembicaraan para tamu, ruangan diliputi oleh suasana tenteram.
Tanpa mengetahui orang sudah dapat menerka, yang ‘memerintah di wilayah ini’ pasti seorang wanita yang mengetahui caranya menciptakan suasana.
Memang disamping Yang Mulia Menteri, Ibu Rusiah toh terutama seorang wanita dan seorang ibu.
• Kisah Hidup Seorang Anak TKW, Dulu ke Jakarta Modal Rp 8 ribu Kini Sukses Jadi Menteri di Era Jokowi
• Istrinya Jadi Menteri Lagi, Siapa Sebenarnya Suami Sri Mulyani, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
• Galih Ginanjar Sengsara Dipenjara, Barbie Kumalasari Kepergok Simpan Foto Pria Tak Berbusana di HP
• Kejutan Sandiaga Uno di Akhir, setelah Semua Tokoh ke Istana? Curhat Bukan Soal Jabatan
“Memegang dua peranan utama sekaligus kadang-kadang membawa problem-problem tertentu,” beliau membenarkan, “walaupun kedua tugas itu simultan kuperhatikan. Seperti baru-baru ini, anak sakit, rewel, minta gendong, tugas harus diselesaikan.
Jadi terpaksa tangan kiri gendong, tangan kanan menulis pidato sambutan untuk pembukaan Bank Sarinah. Lain contoh lagi.
Kalau ada rapat pada malam hari biasanya tepat waktu anak harus tidur. Nah, dia minta dikeloni dulu.
Biarpun permintaan itu sering tak dapat kupenuhi, betapa sibuk pun saya tak pernah lupa menengok sebentar di tempat tidur.