Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Daftar 23 Kapolri sejak 1945 s/d Sekarang, Cek Perubahan Pangkat dan Nama-nama Terkenal

Berikut ini daftar Kapolri sejak 1945 hingga 2019, cek yang paling terkenal. Tercatat sudah pernah ada 23 orang Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Editor: Duanto AS
KOMPAS/Hendranto
Kapolri Jenderal Pol Drs Hoegeng Imam Santoso (kanan) bersama Rektor ITB Prof Dr. Dody Tisna Amidjaja hadir dalam sidang pertama dan kedua dan II kasus penembakan 6 Oktober 1970 di pengadilan Bandung, 1 Desember 1970. Dalam percakapan-percakapan selesai sidang, ia menginginkan agar orang yang bersalah dalam peristiwa 6 Oktober dihukum. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini daftar Kapolri sejak 1945 hingga 2019, cek yang paling terkenal.

Tercatat sudah pernah ada 23 orang menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri).

Kapolri merupakan pejabat yang menjadi pimpinan tertinggi kepolisian.

Pertama kali Kapolri dijabat pada 29 September 1945, oleh Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.

Baca Juga

Kejutan Sandiaga Uno di Akhir, setelah Semua Tokoh ke Istana? Curhat Bukan Soal Jabatan

Reaksi Tangan Jokowi Saat Baju Gibran Rakabuming Ditarik Paspampres, Mendadak Langsung Minta Maaf

Hotman Paris Divonis Penyakit Mematikan 75 Persen, Sampai Sudah Bagi Warisan,5 Makanan Ini Pemicunya

Kala itu Kapolri masih berpangkat komisaris jenderal.

Perubahan itu terjadi pada era:

  • Orde Lama
  • Orde Baru
  • Setelah reformasi

Sejarah jabatan Kapolri

Pada 19 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Pada 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Awalnya kepolisian berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara. Itu hanya bertanggung jawab pada masalah administrasi, untuk masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian, mulai 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.

 

Pada masa negara Republik Indonesia Serikat, Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) berada di bawah Perdana Menteri dengan perantaraan Jaksa Agung dalam bidang politik dan operasional. Sementara itu dalam hal pemeliharaan dan susunan administrasi bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri.

Pada 1961, Kepolisian Negara menjadi bagian dari angkatan bersenjata.

Pada 1962, jabatan kepala jawatan kepolisian diubah menjadi Menteri/Kepala Kepolisian Negara. Namun, jabatan itu diubah lagi menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian Negara.

Pada masa Kabinet Dwikora, jabatan Kapolri diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.

Setelah reorganisasi ABRI pada 1970, berubah menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Itu berada di bawah komando Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( Panglima ABRI).

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS,  memimpin upacara bulanan di lapangan Mapolda Jambi.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, memimpin upacara bulanan di lapangan Mapolda Jambi. (Tribun Jambi)
Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved