Pernah Populer, Kini Wisata Arboretum Rio Alif Bangko Tak Terurus

"Dulu bagus di sini. Bersih tidak seperti sekarang," kata Saputra, Minggu (20/10) kala berkunjung ke arboretum Dusun Mudo

Pernah Populer, Kini Wisata Arboretum Rio Alif Bangko Tak Terurus
tribunjambi/muzakkir
Wisata Arboretum Rio Alif. Oktober 2019 

Pernah Populer, kini Wisata Arboretum Rio Alif Bangko tak Terurus

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Bupati Merangin Al Haris kini tengah gencar-gencarnya mempromosikan wisata di Kabupaten Merangin.

Meski begitu, beberapa objek wisata di Merangin yang dikelola oleh Pemkab perlu perhatian serius.

Warga mengeluhkan objek wisata yang mereka kunjungi mulai rusak, tak terurus.

Seperti objek wisata Arboretum Rio Alip dusun Mudo Kota Bangko.

Wisata Arboretum Rio Alif. Oktober 2019
Wisata Arboretum Rio Alif. Oktober 2019 (tribunjambi/muzakkir)

Wisata kebanggaan Bupati Merangin Al Haris itu terlihat kotor, rumput liar sudah menyelimuti beberapa bangunan yang ada di sana, coret-coretan juga menghiasi bangunan tersebut.

Tak hanya itu, sampah bekas makanan pengunjung juga berserakan. Seperti botol minuman, kardus, dan lain sebagainya.

Bukan itu saja, untuk masuk ke lokasi yang penuh dengan kayu yang dilindungi itu, masyarakat perlu berhati-hati, sebab banyak kayu-kayu roboh yang terlintang di tengah jalan.

Dengan tidak terurusnya wisata andalan Merangin ini membuat pengunjung sedikit terganggu, sebab kondisi saat ini jauh berbeda sekali dengan kondisi beberapa tahun lalu.

"Dulu bagus di sini. Bersih tidak seperti sekarang," kata Saputra, Minggu (20/10).

Wisata Arboretum Rio Alif. Oktober 2019
Wisata Arboretum Rio Alif. Oktober 2019 (tribunjambi/muzakkir)

Selain kondisi bangunan dan sampah, air terjun disana juga tak layak untuk dijadikan tempat mandi. Airnya sudah keruh, disinyalir di ujung sungai terdapat aktivitas PETI.

"Kami mandi-mandi di sinilah dulu tu. Kalau sekarang, nengok air keruh seperti ini jadi dak semangat lagi nak mandi," imbuhnya.

Menurut dia, selain menikmati keindahan alam, dulu wisata ini juga menjadi populer karena ada tempat penangkaran buaya, selain itu di sini juga ada beberapa hewan yang dilindungi seperti rusa. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved