Sumpah Serapah Gono Berakibat Fatal, Cerita Horor Kuburan Jaran Menyeramkan dan Bikin Merinding

Kisah ini berawal dari seorang pria bernama Gono (40), yang selalu menjadi korban bully. Sumpah serapahnya berakibat fatal

Editor: Duanto AS
National Geographic/AFP
Ilustrasi kuburan massal yang berisi ratusan anak di wilayah Peru. 

"yang membuat gw gak bisa lupa dari cerita ini adalah, siapapun yang melihatnya, akan di ikutin sampai di rumahnya, dan ketika malam semakin gelap, gadis itu akan bertanya tentang rumahnya.

disini, gw semakin merinding. akhirnya gw lanjut ke pohon target kami siang ini"

Inilah awal dari cerita horor Kuburan Jaran.

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi Anda penggemar cerita horor, kisah Kuburan Jaran ini pas untuk santap bacaan malam hari.

Kisah ini berawal dari seorang pria bernama Gono (40), yang selalu menjadi korban bully.

Namanya hanya Gono, tak ada tambahannya. Namun dia memiliki sesuatu hal yang mengerikan dalam dirinya.

Apabila dia marah dan mengucap sumpah serapah, selalu menjadi kenyataan.

Baca Juga

Siapa Nina Kaginda? Begini Kedekatannya dengan Syahrini, Jadi Tamu Khusus Sampai Pandai Jaga Rahasia

Penting! Yahoo Groups Ditutup 21 Oktober, Semua Konten Dihapus, Ini yang Harus Anda Lakukan

Pembantu yang Lahir Jumat Kliwon Digaji Rp 5 Juta Ternyata Dipakai, Link Cerita Horor Sewu Dino

Penulis cerita horor ini, akun Twitter @SimpleM81378523 menulis bila Anda penakut, sebaiknya tak membaca cerita ini.

Diceritakan bahwa pria bernama Gono ini memiliki istri, namun orang-orang mengatakan istrinya bukanmanusia.

Orang-orang mengatakan bahwa istrinya tidak terlihat.

Ini yang menjadi awal cerita horor Kuburan Jaran ini.

Bagian awal cerita horor Kuburan Jaran:

"mosok isok, cah mati gara2 di sirep?" (mana bisa, orang mati hanya karena di sirep?) kata gw,

"Lha, nek seng Nyirep Jin yo opo?" (kalau yang Nyirep sekelas Jin bagaimana?)

gw terdiam mendengar Endah, bukan hal baru bila memang pabrik gula ini menyimpan misterinya kembali.

sebenarnya, banyak cerita tentang pemilik makam ini, semuanya simpang siur, namun yang paling membekas adalah, katanya, setiap petang, di atas makam ini, berdiri seorang gadis kecil, yang kemungkinan adalah gadis si pemilik makam, ia selalu terlihat duduk di atas batu nisan.

yang membuat gw gak bisa lupa dari cerita ini adalah, siapapun yang melihatnya, akan di ikutin sampai di rumahnya, dan ketika malam semakin gelap, gadis itu akan bertanya tentang rumahnya.

disini, gw semakin merinding. akhirnya gw lanjut ke pohon target kami siang ini.

banyak bangunan dan tempat yang memorable di zona bagian barat, mulai dari lapangan bola, Masjid, pemakaman, sampai SD negeri, yang kesemuanya, memiliki ceritanya sendiri-sendiri.

apa tadi gw bilang masjid? ya, bahkan tempat ibadah ini pun, menyimpan ceritanya sendiri.

namun, cerita ini gw mulai dari Lapangan bola, tempat dimana biasanya gw habisin waktu mulai dari sore hari, sampai adzhan maghrib berkumandang

Lapangan ini, bisa dikatakan, berada di area paling ujung, hampir berdampingan dengan zona Utara, tempat ini juga berada di sisi jalan.

pernah, gw dan teman2 di desa gw, bermain tanpa memperdulikan adzhan, akibatnya, entah kenapa, tiba2 salah satu teman kami, jatuh pingsan begitu saja.

ia terkapar, dengan kaki menjejal-jejal, ketika kami mendekatinya, ia meraung, menyerupai seekor harimau.

kami terdiam, lama.

Ilustrasi cerita horor
Ilustrasi cerita horor ()

untuk ukuran anak-anak, tentu gw dan semua teman gw kebingungan. ia melotot menatap kami satu persatu, sampai, seseorang datang sembari membawa ranting pohon, ia berlari, kemudian memukulkan rantingnya ke teman kami yang kerasukan, anehnya, teman gw langsung sadar.

disinilah bagian mengerikanya.

seseorang yang baru saja menolong kami, rupanya bukan sosok yang asing bagi kami. dia adalah GONO, begitu kami memanggil namanya.

siapa GONO?

bila ada manusia yang di lahirkan dengan anugerah dan kengerian, GONO adalah salah satunya." tulis akun @SimpleM81378523.

Bagian tengah cerita horor Kuburan Jaran:

"... yang di bawa isterinya, di letakkan tepat di punggung teman gw.

sekarang, gw bakal ceritain sesuatu yang lain, yang tinggal di lapangan bola ini, gw pernah nyebut nama makhluk ini sebelumnya, ya, namanya adalah Dalboh. salah satu panglima yang tinggal di tepi barat.

sebenarnya bagi orang jawa, Dalboh bukan fenomena yang baru bahkan anak-anak di jawa sering menggunakan nama makhluk ini sebagai tembang untuk menakut-nakuti temanya. kurang lebih liriknya seperti ini.

"Dalboh-Dalboh, motone sak lepek," (Dalboh-Dalboh matanya sebesar Loyang)

Lapangan Bola ini memiliki 2 tribun yang hanya mampu menampung 100 orang, tribun itu saling berhadapan satu sama lain, dibangun dengan sisi bentuk menjulang tinggi kebelakang, satu tribun dekat dengan jalan raya, tribun yang lain, tepat disamping pemakaman.

yang akan kita bicarakan adalah tribun yang ada di samping pemakaman, bisa di katakan, tribun ini tidak pernah sekalipun diduduki atau ddatangi oleh siapapun, alasanya, karena lokasinya yang terisolasi dan tentu saja, angker

disinilah, tersebar satu sosok makhluk, bernama Dalboh

tidak ada yang pernah bisa menggambarkan wujud aslinya, karena mereka yang pernah melihatnya, hanya bisa menggambarkan sebagian dari tubuhnya, kulitnya hijau lumut, dengan bentuk kaki pekor (cacat) , biasanya, ketika ia menampakkan diri, ia hanya berdiri diam. mematung

orang percaya, munculnya Dalboh di gambarkan dengan datangnya sebuah balak (bencana) bila hanya melihat badanya saja, artinya itu hanya sebuah pertanda, namun bila melihat bola matanya yang besarnya sak lepek (loyang bundar) pertanda meninggalnya dia yang sudah melihatnya.

seperti yang lain, makhluk ini salah satu panglima yang memegang satu dari banyaknya wilayah di sisi Barat, hampir bertabrakan dengan pemilik Wilayah sebelah Utara yaitu Harimau putih.

namun, banyak orang yang mengaku pernah melihat makhluk ini muncul bahkan sampai ke area dalam

apapun itu, Dalboh tidak sesering itu menganggu warga sekitar, jauh berbeda dengan Gerandong yang menjadi bala penyakit yang menjaga Masjid Mekanti tepat di samping lapangan.

ya. Gerandong. makhluk yang bakal gw ceritain ini, pernah membahayakan satu nyawa, warga Mekanti.

Malam ini, kita lanjutin lagi cerita tentang rentetan kejadian dan hal-hal mistis di pabrik gula dekat rumah gw.

sebelumnya gw minta maaf sudah hilang selama berhari-hari, dikarenakan dekat lebaran, otomatis gw sibuk urus ini itu, sampe gak ada waktu buat nulis.

pesan gw cuma satu, siapin teh, siapin kopi, karena malam ini gw bakal nulis lebih panjang dari biasanya, jadi, nikmati segala suguhan gw malam ini." tulis akun @SimpleM81378523

Bagian akhir cerita horor Kuburan Jaran:

"... (jangan didengarkan pak)

sekitar jam 1 dinihari, gelap semakin menantang, suara para santri semakin keras, pak Yono masih ingat betul, bagaimana angin malam itu berhembus sangat kuat, kuat sekali, seperti sengaja di tiup untuk mereka.

disni, pak Yono melihatnya.

pak Yono menyebut sosok itu seperti wujud Genderuwo, hanya bedanya, sosok itu besar sekali, pak Yono sampai harus mendongakkan kepala memandang matanya yang merah menyala, ia merangkak memutari pemakaman, melihat dengan lidah merah terjulur

rupanya itulah Gerandong yang dimaksud

anak-anak kecil itu, mengikuti di belakang makhluk itu.

pak Yono menjadi ingat, mungkin anak-anak itu adalah tumbal yang selama ini di persembahkan untuk makhluk satu ini,

Gerandong itu hanya berjalan memutari, melihat pak Yono dengan tatapan meminta.

sampai menjelang subuh, makhluk itu sudah menghilang, namun 7 Santri itu hanya mengatakan, bahwa malam-malam selanjutnya akan berkali-kali lipat lebih sulit dari malam ini, dan pak Yono tidak boleh ikut lagi.

karena menurut para Santri, pak Yono sempat bimbang dengan penawaran.

pak Yono pun setuju. karena ia sendiri tidak akan sanggup bila harus melihat wujud makhluk itu lagi.

di malam kedua, 7 Santri, ditemani oleh 2 pemuda, mereka mengaku mendapat mandat dari orangtua mereka.

maka, setelah maghrib, aktifitas itu di mulai lagi." tulis akun @SimpleM81378523

Bagaimana kisah selanjutnya?

Bila berani membacanya, Anda bisa membuka threat cerita horor berikut ini.

Banyak orang mengatakan cerita horor ini merupakan kisah nyata yang ditulis akun @SimpleM81378523.

Namun sampai kini itu tak terbukti kebenarannya.

Cerita horor itu sudah di-retweet ratusan kali dan mendapat komentar ribuan.

Penulis, akun Twitter SimpleMan, tak pernah membuka informasi tentang tokoh dan lokasi sebenarnya peristiwa itu.

Selamat membaca cerita horor pada malam Jumat.

Sri Lahir Jumat Kliwon lalu Ditawari Jadi Pembantu Gaji Rp 5 Juta, Ternyata Horor Ini Sebabnya

Pebulu Tangkis Cantik Asal Jambi Bantai Pemain Jepang, Melaju ke Semifinal Superliga Junior 2019

VIRAL Tinggal Digubuk Reyot Ternyata Keluarga Lena Punya Motor Sport, Hidup Susah Cuma Akal-akalan

PAKAI Hijab Besar, Siswi SMP Sembunyikan Kehamilan Hingga 8 Bulan, Tak Disangka Sang Guru Pelakunya

Download Lagu MP3 Sholawat Nissa Sabyan Full Album, Video Gambus Habib Syech, Haddad Alwi Nonstop

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved