Sandiaga Uno Sebut Prabowo Lebih Layak Jadi Menteri Jokowi Dibanding Dirinya, Ini Alasan Sebenarnya

Politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno merasa dirinya belum layak jadi menteri Kabinet Jokowi 2019-2024.

Sandiaga Uno Sebut Prabowo Lebih Layak Jadi Menteri Jokowi Dibanding Dirinya, Ini Alasan Sebenarnya
Tribunnews/Jeprima
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat akan menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno merasa dirinya belum layak jadi menteri Kabinet Jokowi 2019-2024.

Sandiaga Uno bahkan menyebut yang lebih pantas menjabat sebagai menteri adalah politisi senior partai Gerindra.

Kata Sandiaga Uno jika diminta Jokowi adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Sandiaga Uno, Prabowo, dan Jokowi. 
Sandiaga Uno, Prabowo, dan Jokowi.  (Kolase TribunJabar.id (Kompas.com dan Instagram @pramonoanungw)  )

"Kalau di partai urut kacang lah, kader terbaik pertama ya Pak Prabowo. Dia penggagas itu, saya siap membantu  Pak Prabowo paling pantas saya rasa. Dan ada kader Gerindra lain Edhy Prabowo yang lebih senior," kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Sandiaga membantah isu terkait dirinya disodorkan Partai Gerindra ke Presiden Jokowi untuk mengisi posisi menteri di kabinet kerja jilid II.

SANDIAGA Sebut Prabowo Berulang Kali Tawari Dirinya Kembali Jadi Wagub DKI: Saya Bilang Nggak

Seleksi CPNS 2019 Dibuka 25 OKTOBER, 197.111 Formasi Dibuka, Ini Rinciannya!

Jokowi Ngaku Sudah Tahu Bocoran Menteri, Netizen Mengajukan Diri Jadi Menteri Baru Beres D3

Ia berdalih, bukan politisi senior di Partai Gerindra dan baru kembali ke partai setelah sebelumnya keluar karena mengikuti Pilpres. "Saya baru masuk lagi kemarin. Kita enggak usah berspekulasi tunggu aja," ujarnya.
Sandiaga mengatakan, tidak ada pembicaraan terkait posisi menteri antara dia dan Prabowo Subianto.

Prabowo tidak pernah menyodor-nyodorkan nama kader untuk mengisi kabinet kerja jilid II. "Enggak. Enggak ditawarin (posisi menteri). Saya justru enggak pernah ada pembicaraan mendetail seperti itu sama pak Prabowo, saya sampaikan bahwa keputusan apapun yang bapak akan ambil, saya akan mendukung," tuturnya.

Sandiaga menegaskan, sikap Partai Gerindra sudah sangat jelas bahwa menyerahkan konsep-konsep pemerintahan kepada presiden dan siap membantu pemerintah apabila diminta.
"Jadi sebetulnya keputusannya sudah dibuat gitu kan. Dan buat saya, itu saya lega dan buat saya itu adalah keputusan yang sangat jelas bahwa kita membela keutuhan NKRI," pungkasnya.

Susunan Acara Pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Marruf Amin, Lihat Momen-momen Pentingnya.

Surat Al Kahfi Malam Jumat, UAS dan Ustaz Adi Hidayat Sebut Manfaat Dahsyatnya, Siap-siap Diterangi

5 Tahun Jadi Wapres, Jusuf Kalla Ungkap Alasan Tak Pernah Serahkan Gajinya ke Istri

Partai Gerindra kian santer disebut-sebut akan bergabung ke koalisi pemerintah maupun mengisi posisi di kabinet kerja jilid II. Hal ini diperkuat sejak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan safari politik ke pimpinan-pimpinan partai koalisi Jokowi-Ma'ruf. Adapun, pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019).

Ketua Umum PartaiGerindra Prabowo Subianto menyatakan tiga sikap politiknya dihadapan 4 ribu kader Partai Gerindra.

Halaman
12
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved