ASN Dinas Pendidikan Jambi Terjerat Kasus Pencabulan, Banyak Anak-anak Jadi Korban

Perangkat Masjid dan lima orang tua serta enam anak-anak menjadi saksi dalam persidangan pencabulan yang dilakukan oknum ASN Dinas Pendidikan Jambi.

ASN Dinas Pendidikan Jambi Terjerat Kasus Pencabulan, Banyak Anak-anak Jadi Korban
huffington post
Ilustrasi korban pencabulan 

ASN Dinas Pendidikan Jambi Terjerat Kasus Pencabulan, Banyak Anak-anak Jadi Korban

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perangkat Masjid dan lima orang tua serta enam anak-anak menjadi saksi dalam persidangan pencabulan yang dilakukan oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, di Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa (15/10).

Tito selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi pelapor dan perangkat masjid yang sehari-harinya berjumpa dengan Ambok Lang.

Saat ditanya hakim apakah keterangan anak-anak yang dicabulinya itu benar, jawaban Ambok Lang sontak membuat anak-anak yang menjadi saksi ketakutan.

“Bohong semua!” kata Ambok Lang sambil melotot pada enam anak yang jadi saksi. Ambok Lang adalah ASN Dinas Pendidikan yang menjadi terdakwa. 

Sering Beraksi di Rimbo Bujang, Mantan Polisi Bungo Tersungkur Ditembus Timah Panas

Belajar dari Bandung, Uji Coba Aspal Karet di Jambi akan Dimulai Tahun Ini

Pagi Murah, Sayur dan Buah Segar di Hypermart Diskon 5 Persen, Cek Harganya di Sini

Anak-anak yang rata-rata usianya dibawah 12 tahun itu ketakutan karena Ambok Lang menjawab sambil melotot ke mereka. Para orang tua tidak terima. Namun ketua majelis hakim Yandri Roni mengatakan itu hak terdakwa untuk menolak atau menerima keterangan yang penting fakta persidangan.

N, salah seorang ibu dari anak yang dicabuli mengatakan tidak terima dengan jawaban Ambok Lang. Dia mengatakan beberapa orang tua yang anaknya juga dicabuli tidak mau ikut ke persidangan.

Dia berharap hakim dapat mengambil keputusan yang adil. “Kalau di bawah dua tahun, nanti keluar dari penjara dia masuk kerja lagi (dinas pendidikan), masak negara mau mempekerjakan orang yang seperti itu,” kata N.

Beberapa ibu juga tak terima dengan adanya pertanyaan yang terasa intimidatif terhadap anaknya. Seperti bagaimana bisa anak-anak itu tahu kalau kemaluan itu disebut burung dan kapan waktu dilakukannya.

“Perlakuan itu sudah lama, jadi bagaimana mungkin bisa dikatakan satu waktu. Ini kejadian yang sudah berlangsung lama,” katanya.

Salah satu saksi yang tak ingin disebut namanya juga mengatakan terdakwa dulu sempat melakukan hal yang sama pada anak-anak usia 8 tahun. “Abang dari korban sampai bawa-bawa parang ke rumah (terdakwa) dulu,” katanya.

Tapi kejadian itu tak sampai dilaporkan ke kantor polisi. Selesai secara kekeluargaan. “Itu juga sudah lama sekali,” katanya.

Ambok Lang diketahui sehari-harinya selain bekerja sebagai ASN di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga bekerja sebagai guru ngaji dan pengisi ceramah di masjid dekat rumahnya. Biasanya Ambok Lang mengisi ceramah Jumat.

Sidang peradilan anak yang dilakukan secara tertutup ini ditunda hingga Selasa berikutnya. “Ditunda sampai Selasa depan,” kata Yandri Roni selaku ketua majelis hakim.(Jaka HB)
 

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved