Dewan Dukung Bupati Batanghari Pecat Kepala Sekolah yang Lakukan Pungli

DPRD Batanghari mendukung pernyataan Bupati Batanghari Syahirsah Sy mengenai pemecatan kepala sekolah yang terbukti melakukan pungutan liar di sekolah

Dewan Dukung Bupati Batanghari Pecat Kepala Sekolah yang Lakukan Pungli
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
FOTO ILUSTRASI - Petugas menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan kasus pungutan liar (pungli). 

Dewan Dukung Bupati Batanghari Pecat Kepala Sekolah yang Lakukan Pungli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - DPRD Batanghari mendukung pernyataan Bupati Batanghari Syahirsah Sy mengenai pemecatan kepala sekolah yang terbukti melakukan pungutan liar di sekolah.

Anggota DPRD Kabupaten Batanghari, Camelia Puji Astuti mengatakan sangat mendukung tindakan itu jika memang benar-benar dilakukan.

"Saat ini kepala sekolah harus transparan terhadap kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi, sehingga tidak overlap. Bahkan DPRD juga meminta agar kebijakan bupati benar-benar dilakukan dan jangan ada tebang pilih," kata Camelia, Senin (14/10).

Tidak hanya itu saja, Ketua DPD Partai Demokrat ini juga menegaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Batanghari harus serius untuk mengisi kekosongan guru. Sebab di Batanghari masih banyak kekurangan tenaga guru.

"Pemerintah Batanghari juga harus melakukan pemerataan guru," katanya.

KKI Warsi Angkat Isu Orang Rimba dan Community Carbon di Festival Media 2019

15,6 Ton Kopi Kerinci Jambi Diekspor Perdana ke Belgia, Dituntut Wujudkan Eskpor Berkelanjutan

VIDEO : Ditangkap di Tempat Berbeda, 4 Tersangka Kasus Narkotika Diekspose Polres Bungo

Sementara, Bupati Batanghari, Syahirsah Sy menegaskan bahwa tidak ada alasan pihak sekolah melakukan pungutan dana dari siswa, apapun alasannya.

Ia juga mengatakan, jika terbukti ada pungli langsung laporkan.

"Saya pecat langsung Kepala Sekolah itu," tegas Bupati Batanghari.

Saat itu bupati berujar, jika ada kepala sekolah yang melakukan pungutan dengan dalih apapun, maka akan di rekomendasikan untuk dipecat.

Menurut beliau, sejauh ini belum ada pungutan terhadap siswa atau siswi dan tidak ada pula laporan dari orang tua murid mengenai pungutan yang dilakukan kepala sekolah.

Bupati menyebutkan, jika dirinya akan menanggapi laporan jika ada orang tua yang sudah dipungut biaya. Bahkan bupati sempat bercanda jika dirinya bukan dukun.

"Sehingga tidak tahu ada kepala sekolah yang melakukan pungutan dan dirinya meminta agar semua elemen berperan aktif dalam hal ini," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved