Perut Wiranto Ditikam Abu Rara, Darah Yang Tertampung Hingga 3 Liter Tapi Mengapa Tidak Kelihatan?

Penusukan yang terjadi kepada Wiranto masih mejadi pro kontra publik. Banyak yang mempertanyakan kenapa Wiranto tak mengeluarkan

Perut Wiranto Ditikam Abu Rara, Darah Yang Tertampung Hingga 3 Liter Tapi Mengapa Tidak Kelihatan?
Twitter
Kondisi Wiranto saat mendapatkan perawatan medis 

Diatas berbagai opini ygberedar terkait berita hits siang ini. Tdk byk yg benar2 serius menanggapi. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yg slama ini terjadi" kicau Hanum Rais.

Sunmori dan Gathering Kawasaki Seluber Anugerah, Motor Peserta Juga Dinilai

Bungkus Kaki Pakai Bawang Merah, Virus di Tubuh pun Lenyap! Dari Flu hingga Masuk Angin Bisa Hilang

Bupati Sukandar: Tebo Expo Ajang Promosi Hasil Karya dan Inovasi

A
Twitter Hanum Rais ()

Kini Hanum Rais dilaporkan oleh Relawan Jam'iyyah Jokowi-Maruf Amin ke Bareskrim Polri.

Hanum Rais dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019) melalui akun Twitter.

Koordinator Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Rody Asyadi mengatakan, pihaknya melaporkan Hanum karena melihatnya sebagai figur publik, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberikan pernyataan.

"Banyak masyarakat yang sudah simpatik (dengan peristiwan penusukan Wiranto), tapi dia memberikan statement bahwa ini hanya rekayasa, settingan, hanya untuk menggelontorkan dana deradikalisasi," ujar Rody di Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).

A
Relawan Jokowi-Maruf Amin laporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri dengan tuduhan menyebarkan berita hoaks soal penusukan Menko Polhukam Wiranto ke Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) ()

Ada pula yang malah senang Wiranto ditusuk.

Psikolog Sosial Hening Widyastuti mengatakan penyerangan Wiranto dan komenyat publik erat kaitannya dengan kasus politis yang sifatnya rentan dan sensitif.

"Pak Wiranto menjabat sebagai Menko Polhukam, ada kaitan secara langsung atau tidak langsung, yang bertanggung jawab dengan situasi kondisi keamanan saat ini yang tidak stabil di Indonesia," ujar Hening Widyastuti.

"Kasus demo di mana-mana, serang-menyerang lewat media sosial maupun di lapangan antara pendukung yang satu dan yang lain, belum kasus kemanusiaan di Papua, dan lain sebagainya," kata Hening Widyastuti.

Ada yang berpendapat kasus penusukan Wiranto hanya rekayasa karena tak melihat adanya darah.

A
Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto (Ist)
Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved