Assessment 37 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Rampung, Ini Hasilnya

Rangkaian Assessment 37 pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah selesai.

Assessment 37 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Rampung, Ini Hasilnya
Tribunjambi/Zulkifli
Sejumlah Daerah di Jambi Belum Miliki Alat Ukur ISPU Otomatis, Sekdaprov: Bisa Minta Bantu Provinsi 

Assessment 37 Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Rampung, Ini Hasilnya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rangkaian Assessment 37 pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah selesai. Kini, tim Panitia seleksi (Pansel) yang diketuai Sekda Provinsi Jambi M Dianto tinggal melaporkan hasil kesesuaiannya kepada Gubernur Jambi.

Hasil Assesment ini nantinya akan menjadi pertimbangan Gubernur dalam menempatkan pejabatnya.

"Rencananya hari ini disampaikan, namun berhubung Gubernur sendiri ada agenda kerja keluar daerah, itu sebabnya ditunda. Dalam waktu dekat akan disampaikan," Kata M Diato, belum lama ini.

Menurutnya, pada saat menempatkan seseorang harus sesuai pada tempatnya. Oleh karena itu, dasar dari tim penilai melihat dahulu hasil assesment yang bersangkutan.

"Tepat dan cocoknya dimana, jangan sampai nanti salah menempatkan. Sebab harus ada dasarnya. Bukan hanya suka atau tidak suka," bebernya.

Pemkot Jambi Buka Lelang 4 Jabatan Eselon II, Simak Ini Jadwalnya

Begini Kata Carenina Phionix Soal Museum di Jambi

Sabak Ekspo 2019 di Mal Jamtos, Pamerkan Kesenian, Budaya Batik hingga Kuliner Tanjab Timur

Jika tidak demikian, kata Dianto, nantinya setelah diberikan peluang jabatan kepada seseorang dan tidak tepat dengan skill kemampuannya, maka dikhawatirkan roda pemerintahan akan tersendat.

"Karena menempatkan SDM itu sesuai dengan keahlian dan kemampuan," jelasnya.

Ditanya adanya kemungkinan pejabat yang dinonjobkan, Dianto menampik. Dijelaskannya, berdasarkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bahwa pejabat yang lebih dari dua tahun menjabat diperbolehkan untuk di assessment namun tidak dibolehkan diturunkan maupun dinonjobkan jabatannya.

"Apabila mau menurunkan atau menonjobkan jabatannya, mereka diberi kesempatan selama enam bulan. Yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan surat peringatan jika tidak bisa melaksanakan tugas ditempat yang sekarang (diberikan,red)," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved