Cerita Ganjil Dayu dan Pandu Bertemu 'Wanita Aneh' Muncul di Twitter, Cuitan Berseri 2000 Retweet
Banyak yang tidak menduga cerita ganjil anak-anak kecil ini muncul di Twitter. Pasalnya, tak banyak orang berani menceritakannya, meski dari mulut ke
Banyak yang tidak menduga cerita ganjil anak-anak kecil ini muncul di Twitter. Pasalnya, tak banyak orang berani menceritakannya, meski dari mulut ke mulut.
TRIBUNJAMBI.COM - Sampai saat ini, cerita horor 'Pesan dari Mereka' ini telah di-retweet sekira 2.000 kali.
Tak ada yang menduga Dayu dan Pandu mengalami peristiwa horor ini saat melewati kebun kelapa.
Ini kisah horor penulis akun Twitter SimpleMan semasa kecil bertemu Janggor Ireng.
Cerita ganjil ini menjadi viral di media sosial.
Baca Juga
Pembantu yang Lahir Jumat Kliwon Digaji Rp 5 Juta Ternyata Dipakai, Link Cerita Horor Sewu Dino
Mengapa Gisel Tak segera Dinikahi Wijin? Terungkap Latar Belakang Keluarga Gisella Anastasia
Hanum Rais Habis-habisan Dicaci Maki Netizen di Twitter, Sebut Kejadian Wiranto Ditusuk Settingan
Thread Twitter akun @SimpleM81378523 menuliskan cerita horor masa kecilnya ini secara apik.
Banyak yang tidak menduga kisah ini muncul di Twitter, karena tak banyak orang berani menceritakannya, meski dari mulut ke mulut.
Kisah ini menceritakan pengalaman sekelompok bocah sekolah yang tinggal di sebuah desa di pelosok wilayah.
Akun SimpleMan sengaja tidak menceritakan lokasi sebenarnya desa tersebut.
Beberapa tokoh dalam cerita horor itu, antara lain Dayuh, Pandu, Hanif, Tio, dll.
Mereka selalu ketakutan ketika melewati kebun kelapa saat pulang malam.
Akhirnya suatu hari, mereka mengalami peristiwa yang mengerikan.
Berikut ini ringkasan awal, tengah dan akhir cerita.
Bagian awal cerita horor "Pesan dari Mereka"
"seperti yg gw katakan, cerita ini dulu, hampir di ketahui semua anak sekolah, mungkin ada pesan yang ingin di sampaikan dalam cerita ini, sehingga cerita ini sangat cepat tersebar, pesan itu adalah, "kami ada" , dan gw akan menceritakanya dari sudut pandang gw sebagai dia.
dia, yg mengalami semuanya, sehingga pesan ini bisa sampai kepada kalian.
dia, adalah gw, mereka memanggil gw dengan nama "Dayuh"
dan darisini, mari kita mulai, memulai peran gw, sebagai Dayuh.
"Yuh, ayok muleh, mumpung rung bengi nemen" (Yuh, pulang yuk, mumpung belum larut) kata teman ngaji gw, Pandu.
gw memandang ke langit, dari ubin langgar (surah) yang dingin, disana, langit sudah menghitam, dengan cepat, gw bereskan peralatan belajar gw, memasukkanya dalam kresek
setelah mencari dimana sandal gw berada, dengan cekatan, gw menyusul Pandu, yang sudah berjalan cepat menelusuri jalan setapak persampingan sawah.
susah memang tinggal di desa pelosok, untuk belajar pun, harus pergi ke balai desa, karena hanya disana, lampu terang benderang
tidak seperti di rumah, listrik saja belum pasang, bukan cuma gw, namun, hampir semua rumah, jarang ada yang pasang, karena mahalnya biaya.
namun, mata gw teralihkan pada Pandu, yg berjalan, semakin cepat, nyaris seperti berlari, gw pun, mengikutinya dengan langkah cepat juga ... " tulis akun @SimpleM81378523.
Bagian tengah cerita horor "Pesan dari Mereka"
“ibu nang ndi Yuh” (ibuk kemana) Tanya Tio.
“emak” kata Dayuh, “paling nang tonggo, mari iki lak muleh” (paling di rumah tetangga, sebentar lagi juga akan pulang)
“Yuh, awakmu kok gak ngomong nek nduwe mbak” (Yuh, kok gak bilang, kalau kamu punya kakak perempuan) Tanya Hendra.
Dayuh terdiam sebelum mencoba mencerna kalimat Hendra, sebelum mengatakan. “gak nduwe aku, aku mbarep” (aku tidak punya kok, kan aku anak pertama)
“loh, teros, sing nang kamar ngarep sopo, nduwe Bibik ta” (lah terus yg dikamar depan siapa, PRT kamu kah?)
“Bibik?” Dayuh menggeleng, “gak onok Bibik kok, nang kene mek onok bapak, emak, Hanif” (disini aku tinggal sama ayah, ibu, Hanif) “kamar ngarep ndi,” (kamar depan mana?)
“sing nggok ngarep mau loh?” (yg kamar depan itu loh?) Hendra memberitahu.
“iku kamar wong tuoku,”
(itu kamar orang tuaku)
“tapi, aku mau ndelok onok wong wedok surian” (tapi aku lihat ada perempuan nyisir rambut disana tadi) Hendra mencoba meyakinkan.
Ucapan Hendra membuat Dayuh kebingungan, bila itu yg Hendra inginkan, membuat takut dirinya dengan hal semacam itu, tidak akan menggoyahkan Dayuh, maka saat itu juga Dayuh mengajak Hendra dan Tio memeriksanya, ketika sampai di kamar orang tua Dayuh, Dayuh membuka pintu itu.
perlahan, ketika pintu berderit terbuka, mereka, melihat sesiapa yg di maksud Hendra tadi.
Kosong.
Tidak ada siapapun disana. Hanya kamar berisikan ranjang yg di tutup tirai, dengan daun jendela terbuka, selain itu, tidak ada apapun kecuali perabotan yg umumnya ada di kamar ..." tulis akun @SimpleM81378523.
Bagian akhir cerita horor "Pesan dari Mereka"
"gw masih mengetuk pintu, berusaha memanggil ibuk, mungkin ibuk sedang di kamar dengan Hanif, adik kecil gw yg masih sangat butuh perhatianya.
tiba-tiba, sekelebat gw merasa, ada sosok yg melihat gw dari kebun, di samping pohon mangga. sontak, rasa pensaran itu perlahan muncul.
dengan perlahan, gw turun dari anak tangga ruma gw yang memang tinggi, maklum, rumah tua.
gw berdiri tepat di depan rumah, menatap jauh, ke sebuah pohon mangga besar yg usianya mungkin puluhan tahun.
gw yakin, sekelebat ada seseorang yg mengintip dari balik pohon itu.
tidak mungkin bila itu adalah tetangga, apalagi tamu, jadi, siapa kalau bukan orang yg mungkin berniat jahat.
"mbak" kata gw, entah bagaimana kalimat itu yg pertama kali meluncur, seakan dari sekelebat pemandangan itu, gw yakin, yg mengintip adalah sosok perempuan.
"Mbak" lagi, gw masih memanggil, karena tidak ada jawaban, maka gw mendekatinya
gw berusaha memutar sehingga bisa melihat keseluruhan apa yg ada di balik pohon itu, dan benar saja, ada seseorang disana, ia membelakangi gw, terlihat rambut panjang, lengkap, dengan gaun putihnya..." tulis akun @SimpleM81378523.
Bagian penutup cerita horor 'Pesan dari Mereka' thread akun SimpleMan ini masih meninggalkan rasa penasaran dan degdegan pembaca.
Apabila ingin membaca kisah lengkapnya bisa klik LINK INI.
Subscribe Youtube
Mengapa Foto Tamara Bleszynski Foto Pakai Baju Renang Ini Dihujat? Hanya Sebagian Tertutup Hitam
Siapa Sebenarnya Rachel Ramadhini? Si Cantik Siswi SLB di Jambi Juara III Lomba Kecantikan
Siapakah Sebenarnya Mafia Berkeley Indonesia? Jejak Emil Salim Arsitek Ekonomi Indonesia 1960-an
Mengapa Gisel Tak segera Dinikahi Wijin? Terungkap Latar Belakang Keluarga Gisella Anastasia