Lexy Fatharani : Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di UIN STS Jambi, Tunggu Hasil Audit Ahli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidikan ahli di lapangan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Auditorium Universitas

Lexy Fatharani : Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di UIN STS Jambi, Tunggu Hasil Audit Ahli
Tribunjambi/Jaka HB
Lexy Fatharani selaku kasi penerngan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidikan ahli di lapangan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin Jambi belum selesai.

"Kita menunggu hasil audit oleh ahli," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, Lexy Fatharani, pada Senin (7/10).

Sebelumnya pada 23 September Lexy mengatakan ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung melaksanakan tugasnya.

"Mereka memeriksa banyak hal salah satunya ketebalan atau kekuatan semen apakah sama dengan spesifikasi yang diminta," terang Lexy.

Selain itu juga 4 orang dari KPK, 11 orang sari Politeknik Bandung dan 4 orang lagi dari BPKP san Kejaksaan.

Selain itu pembangunan auditorium itu bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. PT LU diketahui sebagai perusahaan mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat surat keputusan Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan.

Sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomo.r 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Selain itu pembangunan auditorium ini masuk pemantauan tim TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan) tahun 2018. Namun, Anggaran cari 20 persen dan pengerjaan hanya 12 sampai 13 persen.

Tim TP4D memilih mundur. Karena tahapan wajib tidak sesuai dan banyak perubahan dalam pengerjaan. Pada Juli 2019 pemeriksaan penyimpangan pembangunan dimulai. (bai)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved