Tipu Perusahaan Lebih Rp 1 Miliar, Pelaku Mengaku Punya Lahan untuk Batu Bara di Sarolangun

Terduga pelaku penipuan berinisial AR yang merupakan warga Gunung Kembang, Sarolangun berhasil diamankan pihak Polres Sarolangun

Tipu Perusahaan Lebih Rp 1 Miliar, Pelaku Mengaku Punya Lahan untuk Batu Bara di Sarolangun
net
Ilustrasi

SAROLANGUN, TRIBUN – Terduga pelaku penipuan berinisial AR yang merupakan warga Gunung Kembang, Sarolangun berhasil diamankan pihak Polres Sarolangun. Penipuan yang dilakukan pelaku mencapai miliaran rupiah.

Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto didampingi Kasat Reskrim Iptu Bagus Faria mengatakan, dalam aksinya pelaku mengaku sebagai pemilik lahan dan menawarkan pada perusahaan batubara yaitu PT Caritas untuk menggarap lahannya.

Pelaku menawarkan seluas 26 hektare lahan untuk disewa pakai oleh perusahaan tersebut. Saat itu belum ada kesepakatan harga sewa. Namun setelah negosiasi ada kesepakatan awal, pelaku meminta sejumlah uang kepada perusahaan untuk uang muka atau tanda jadi.

"15 februari 2018, sebanyak Rp 200 juta," kata Kapolres, Rabu (2/9).

Tak habis di situ, kemudian pelaku meminta uang kembali pada 17 Mei 2018 sebanyak Rp 450 juta. Ketiga 18 Mei 2018 sebanyak Rp 50 juta. Keempat 23 Mei 2018 sebanyak Rp 470 juta. Dan yang terakhir ia meminta uang kepada perusahaan pada 13 Juli 2018 sebanyak Rp 200 juta.

"Sehingga total uang yang diberikan ke pelaku lebih Rp 1,3 miliar," katanya.

Lanjut Kapolres, setelah pembayaran dan perusahaan ingin melakukan penggarapan, malah pihak perusahaan tidak bisa menguasai lahan yang sudah disepakati. "Karena banyak pihak yang mengklaim lahan itu," katanya.
Mereka mengklaim dengan berbagai alasan, ada yang mengaku pemilik lahan atas dasar sudah jual beli dengan pelaku AR.

Ada juga yang mengaku kalau lahan itu warisan keluarga.

"Hal ini menjadi pertanda bagi pihak perusahaan kalau pihaknya sudah dirugikan dan saat ini perusahaan baru menguasai satu hektare lahan," katanya.

Kata Kapolres, dari hasil pemeriksaan, penyidik mempertimbangkan untuk menahan pelaku agar memudahkan proses penyidikan. Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan adalah beberapa buku tabungan dan surat jual beli tanah.

Dari hasil itu juga, pelaku mengaku menggunakan uang Rp 1 miliar lebih itu untuk membeli beberapa bidang tanah di Sarolangun.

"Selain itu membayar utang, dan lebih parahnya lagi hasil penipuan itu digunakannya untuk wakaf di masjid," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut dan dapat dipersangkakan lagi perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (cwa)

Editor: awang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved