Pelajar Anarki saat Demo Mahasiswa, Salah Siapa?

Ternyata, tak hanya mahasiswa saja yang diamankan, tetapi ratusan pelajar juga turut ditangkap. "Dua bom molotov ini diamankan dari tas yang dibawa

Editor: Suci Rahayu PK
ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
Sejumlah pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/9/2019). Aksi yang diikuti sejumlah pelajar dari sekolah se-Kota Makassar tersebut turut menolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP. 

Pelajar Anarki saat Demo Mahasiswa, Salah Siapa?

TRIBUNJAMBI.COM - Saat demo mahasiswa di sejumlah daerah berujung bentrok dan anarkis, polisi mengamankan sejumlah peserta aksi.

Ternyata, tak hanya mahasiswa saja yang diamankan, tetapi ratusan pelajar juga turut ditangkap.

Di Medan, sejumlah pelajar bahkan kedapatan membawa barang berbahaya di dalam tas mereka.

"Dua bom molotov ini diamankan dari tas yang dibawa siswa tadi," kata Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar.

Baca: Akan Dilantik Jadi DPR, Menkumham Yasonna H Laoly Mengundurkan Diri, Bagaimana dengan Puan Maharani?

Baca: Ramalan Kesehatan Zodiak Sabtu (28/9) - Sagitarius Kram, Virgo Tanda Sakit, Taurus Perhatikan Tensi

Baca: Tas Kepribadian: Perhatikan Garis Tangan & Pola Sidik Jarimu, Tentukan Kepribadianmu!

Sementara itu, SY, salah satu pelajar SMP di Pamekasan, mengaku tak tahu soal arti kata revolusi, meskipun dirinya ikut berteriak saat berdemo bersama ribuan mahasiswa di DPRD Pamekasan.

"Tidak tahu apa revolusi itu. Hanya dengar-dengar saja," kata SY.

SY dan teman-temannya pun mengaku tidak takut meskipun akan disanksi oleh gurunya karena ikut demonstrasi.

Pelajar melakukan Aksi Tolak RUKHP di Belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019).
Pelajar melakukan Aksi Tolak RUKHP di Belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019). ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Kenyataan para pelajar terlibat dalam aksi mahasiswa tersebut membuat Dinas Pendidikan, khususnya sekolah, menuai kritik.

Salah satunya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

"Kami berharap Kemendikbud membuat edaran secara tegas, meminta kepada kepala Dinas Pendidikan segera mengantisipasi pergerakan massa sehingga mereka bisa memerintahkan kepala sekolah apa yang harus dilakukan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019)

Baca: Ramalan Kesehatan Zodiak Sabtu (28/9) - Sagitarius Kram, Virgo Tanda Sakit, Taurus Perhatikan Tensi

Baca: Ramalan Zodiak Hari ini 28 September 2019 Lengkap 12 Bintang, Cek Kesehatan dan Percintaanmu

Sementara itu, menurut Dr. Drajat Tri Kartono.M.Si, banyaknya pelajar berseragam, bahkan sampai sekolah dasar juga ikut berdemo, bisa disebabkan juga oleh dorongan untuk menunjukkan eksistensi diri.

Apalagi, demo mahasiswa yang dipahami sebagai tindakan kritis bagi gerakan mahasiswa dan sedang ramai di media sosial, dianggap sebagai panggung bagi para pelajar.

"Orientasi gerakan pelajar bukan sekedar masalah UU KPK atau RUU KUHP yang masih jadi kontroversi, tetapi itu eksistensi dalam sejarah (aksi mahasiswa) sedang ramai di media sosial. ," kata Drajat kepada Kompas.com, Jumat (27/9/2019).

Kelemahan sistem pendidikan Selain itu, menurut Drajat, tindakan anarkis para pelajar saat berdemo justru mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem pendidikan.

Ratusan pelajar dengan seragam pramuka, SMK, dan STM menyerang aparat kepolisian dari brimob yang sedang bertugas menjaga pintu belakang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Pantuan Kompas.com pada Rabu (25/9/2019) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, massa dari kalangan pelajar sempat melempari batu ke arah aparat yang sedang bertugas.
Ratusan pelajar dengan seragam pramuka, SMK, dan STM menyerang aparat kepolisian dari brimob yang sedang bertugas menjaga pintu belakang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Pantuan Kompas.com pada Rabu (25/9/2019) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, massa dari kalangan pelajar sempat melempari batu ke arah aparat yang sedang bertugas. (KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved