Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Aksi Muhajid 212 Selamatkan RI, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Edi mengajak umat Islam, mahasiswa, pelajar, ormas Islam dan emak-emak militan bergabung bersama untuk menyuarakan ketidakadilan dan menegakkan

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Aksi tersebut sebagai reuni akbar setahun aksi 212. 

Aksi Muhajid 212 Selamatkan RI, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

TRIBUNJAMBI.COM - Parade Tauhid Indonesia yang akan digelar, Sabtu (28/9/2019), berubah nama menjadi Muhajid 212 Selamatkan NKRI.

Ketua panitia Ustad Edy Mulyadi, mengatakan, perubahan nama itu menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis.

"Dengan perubahan ini kembali kami menegaskan bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik," kata Ustadz Edi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2019).

Edi mengatakan, aksi Muhajid 212 Selamatkan NKRI itu akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta.

Baca: Anak Pak Tarno Tak Berwajah Bule Tapi Sangat Menarik, untung Mirip Sang Ibu yang Pramugari Cantik

Baca: One Piece Chapter 957 - Gold D Roger Buronan Senilai 5,5 Miliar hingga Kekhawatiran Angkatan Laut

Baca: Idrus Marham hingga Imam Nahrawi Ditangkap KPK Hari Jumat Keramat

Tidak hanya perubahan nama, titik kumpul massa aksi juga berubah. Sebelumnya peserta akan berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, pukul 06.00 WIB lalu bergerak ke Monas.

Rencana berubah menjadi titik kumpul di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB, bergerak menuju Istana.

"Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis,” ucapnya.

Edi mengajak umat Islam, mahasiswa, pelajar, ormas Islam dan emak-emak militan bergabung bersama untuk menyuarakan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran di negeri ini.

Edi mengatakan, ada beberapa pertimbangan terkait perubahan aksi itu.

Pertama, kata dia, aksi mahasiswa yang dihadapi oleh aparat beberapa hari lalu, dilakukan dengan sikap represif.

Akhirnya, banyak menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.

Kedua, perubahan nama itu lantaran munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini.

“Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat,” tambahnya.

Ketiga, pihaknya khawatir dengan kerusuhan di Wamena dan Papua.

Baca: Spesifikasi Xiaomi Redmi 8A, Peningkatan dari Seri Sebelumnya, Baterai 5000 MAh Harga 1 Jutaan

Baca: Download Lagu MP3 ILIR 7 Judul Entah Apa yang Merasukimu Versi Koplo dan Lirik, Unduh Disini

Sebab kerusuhan itu menelan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.

Keempat, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh Pemerintah.

Kebakaran tersebut telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan (Ispa).

Bencana asap juga telah merenggut korban jiwa.

"Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. Singkat kata, pemerintah telah gagal," tutur Ustadz Edy.

Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI membuat jalan utama di sekeliling Istana Kepresidenan, Jakarta ditutup pada Sabtu (28/9) pagi.

Berdasarkan pantauan, Jalan Medan Merdeka Utara depan Istana Kepresidenan sudah ditutup sejak pagi tadi.

Begitupun dengan Jalan Medan Merdeka Barat di depan Patung Arjuna Wiwaha sudah ditutup dan dijaga ketat aparat.

Kemudian, nampak separator dipasang melintang.

Baca: Setelah Sempat Cerai, Spider-Man Kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU)

Baca: Polemik UU KPK & Pertimbangan Perppu, Menkumham Yasonna H Laoly Mundur dan Dilantik Jadi DPR RI

Aparat gabungan kepolisian dan TNI sudah berjaga ketat dan mengalihkan kendaraan bermotor untuk melalui jalan lain. Praktis, akses depan Istana Kepresidenan tidak dapat dilalui.

"Enggak bisa lewat sini, cari lewat jalan lain," tutur salah seorang petugas di lokasi, Sabtu (29/8).

Selain itu, Jalan Veteran arah Masjid Istiqlal menuju Istana Kepresidenan juga ditutup. Kendaraan bermotor tidak dapat melintas.

Hal itu membuat banyak masyarakat pengendara kendaraan bermotor yang mengeluh.

Mereka kecewa lantaran tidak bisa melalui Jalan Medan Merdeka Barat.

"Pengen ke Ancol, malah enggak bisa ini," kata salah satu pengendara.

Saat ini, massa aksi masih berkumpul di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat dekat Patung Arjuna Wiwaha.

Mereka memiliki tujuan untuk melakukan aksi di depan Istana Kepresidenan.

Sebagai informasi, aksi ini diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved