Raut Tegang Prada DP saat Sidang Vonis, Kepala Pembunuh Vera Oktaria Tak Lagi Plontos
Prada Deri Pramana (Prada DP) menjalani sidang dengan agenda putusan hakim atas perkara pembunuhan terhadap Vera Oktaria, kekasihnya sendiri, Kamis (2
Raut Tegang Prada DP saat Sidang Vonis, Kepala Pembunuh Vera Oktaria Tak Lagi Plontos
TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG - Nasib Prada DP ditentukan hari ini.
Prada Deri Pramana (Prada DP) menjalani sidang dengan agenda putusan hakim atas perkara pembunuhan terhadap Vera Oktaria, kekasihnya sendiri, Kamis (26/9/2019).
Prada DP terlihat tak lagi berambut plontos seperti saat awal-awal sidang.
Dia berdiri saat vonis dibacakan hakim.
Selama persidangan, terlihat raut tegang dari pengunjung sidang yang mayoritas merupakan keluarga Prada DP dan keluarga Vera Oktaria.
Orang tua Prada DP, terus terduduk selama persidangan.
Baca Juga
Selain Jadi Kekasih dan Teman Tidur, Serli Jadi Saksi Kunci Perencanaan Prada DP Bunuh Vera Oktaria
Puncak Kemarahan Ibu Vera ke Prada DP di Luar Gedung Pengadilan Militer, Kau Fitnah, Ku Kutuk Kau
10 Foto Adik DJ Katty Butterfly Posisi Baju Agak Terbuka, Sandy Klisana Lebih Cantik dari Sang Kakak
Sang Istri Lihat Suaminya Tak Berbusana di Ranjang Kos dengan SPG, Tak Disangka, Ini Dilakukannya
26 Poin yang Berpotensi Melemahkan KPK dalam UU Hasil Revisi yang Disahkan DPR, Ada yang Fatal
Menarik nafas panjang, orang tua Prada DP terlihat terus memanjatkan doa selama persidangan.
Hal yang sama juga terlihat dari keluarga korban. Suhartini (50) ibu kandung Vera Oktaria, tampak seksama menyaksikan majelis hakim membacakan putusannya.
Namun, Rini yang merupakan kakak kandung Vera, nampak lebih tegang selama proses persidangan.
Dia terus berusaha menahan air matanya dengan tatapan tajam ke arah Prada DP.
Sedangkan, selama persidangan Prada DP tampak lebih tenang. Di hadapan majelis hakim, Prada DP berdiri sembari tertunduk dan mendengar hakim membaca putusannya.

Saat ini hakim masih membacakan amar putusan sebelum menjatuhkan vonis.
Penjagaan ketat tampak terlihat dalam sidang agenda putusan hakim dengan terdakwa Prada Deri Pramana (Prada DP) atas perkara pembunuhan terhadap Vera Oktaria, Kamis (26/9/2019).
Bahkan pengunjung sidang juga terlihat lebih ramai dari biasanya.
Pantauan di lapangan, Prada DP hadir di Pengadilan Militer I-04 Jakabaring Palembang sekitar pukul 09.10 WIB.
Dengan penjagaan ketat, Prada DP terus saja berjalan menunduk saat digiring masuk ke gedung pengadilan.
Rini, kakak perempuan Vera tak kuasa menahan tangis saat melihat Prada DP hadir di ruang sidang.
"Kesal sekali aku lihat orang itu,"kata Rini sembari menghapus air matanya.
Tribunsumsel.com akan melaporkan jalannya persidangan Prada DP.
Air mata Suhartini (50) masih sering menetes tiap kali mengingat kenangan bersama Vera Oktaria (20)
Vera merupakan anak kandungnya yang tewas karena menjadi korban pembunuhan oleh Prada Deri Pramana (Prada DP).

Apalagi tanggal 5 Oktober mendatang, Vera Oktaria berulang tahun yang ke 21 tahun.
"Biasanya kami suka jalan-jalan atau makan-makan di mall saat dia (Vera) ulang tahun"
"Kami pergi ramai-ramai, sama kakak perempuannya juga. Tapi sekarang sudah tidak lagi seperti itu, anak saya sudah tidak ada lagi (meninggal)," kata Suhartini sembari menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya yang terletak di kediamannya di jalan KH A Azhari Plaju, Rabu (25/9/2019).
Diketahui, Vera Oktaria (20) ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Jumat (10/5/2019) lalu.
Suhartini berucap, tidak ada orang tua yang sanggup untuk mengurus pemakaman anaknya sendiri.
"Kadang malam hari saya terbangun dari tidur. Teringat anak gadis, bungsu pula, sekarang sudah terbaring di tanah (dikubur). Sedih, kalau ingat itu. Saya cuma bisa diam dan nangis saat itu,"
Sebagai seorang ibu, Suhartini menegaskan, rasa sakit hati terhadap pembunuh anaknya tidak akan pernah sembuh sampai kapanpun.
Sebab nyawa anak gadisnya telah hilang dengan cara yang dianggapnya sangat keji dan tak manusiawi.
"Saya tidak terima Vera dibunuh dengan kejam seperti itu. Terbayang terus, bagaimana saat dia dibunuh"
"Pasti sakit, teriak dan ketakutan. Tidak bisa saya bayangkan saat itu,"ujar Suhartini seraya menghapus air matanya.
Hanya doa yang bisa dipanjatkan Suhartini saat kesedihan mendalam teringat Vera Oktaria, tiba-tiba datang dan menyelimuti batinnya.
Selain itu, doa agar Prada DP mendapat hukuman yang berat juga selalu dipanjatkannya.
Apalagi menjelang sidang putusan hakim yang akan digelar di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (26/9/2019).
"Jelas saya ingin keadilan. Bagaimanapun, pembunuh anak saya harus dihukum bera"
"Saya sangat berharap semoga pak hakim bisa berlaku adil. Deri harus dapat hukuman setimpal dengan perbuatan kejinya,"kata Suhartini.

Diakui Suhartini, dirinya juga sangat ingin bertemu Vera Oktaria walaupun hanya dalam mimpi.
Namun hal itu belum juga kesampaian hingga lebih dari seratus hari Vera dimakamkan.
"Kalaupun mimpi, paling cuma sekali lewat. Habis itu saya lupa mimpinya bagaimana. Mungkin karena saya kelewat kangen sama dia. Ya, tapi doa terus saya kirimkan ke dia, sebagai obat rindu,"ujarnya.
Suhartini (50) kini tengah harap-harap cemas menunggu sidang agenda putusan hakim atas perkara pembunuhan terhadap anaknya, Vera Oktaria.
Berdasarkan jadwal, sidang putusan Prada Deri Pramana (Prada DP) akan digelar di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (26/9/2019) besok.
"Jujur, sekarang ini saya lagi harap-harap cemas. Seperti apa hukuman untuk pembunuh itu besok,"ujar Suhartini saat ditemui di kediamannya di jalan KH A Azhari Plaju, Rabu (25/9/2019).
Sebelumnya diketahui, Vera Oktaria (20) ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Jumat (10/5/2019) lalu.
Sebagai ibu, Suhartini mengaku sangat terpukul akan kejadian itu.
Sehingga dia merasa wajar apabila berharap agar pembunuh anaknya mendapat hukuman yang berat.
"Sebenarnya saya ingin dia (Prada DP) dihukum sesuai dengan perbuatan kejinya alias hukuman mati. Tapi kalaupun tidak hukuman itu yang diberikan, setidaknya kami setuju dengan tuntutan oditur yang menuntut dia dengan hukum seumur hidup penjara," ujarnya.
Sudah lewat seratus hari kepergian Vera, namun Suhartini mengaku sering terbayang berbagai kenangan dengan Vera.
Bahkan untuk mengusir rasa sedihnya, Suhartini sekarang sudah membongkar kamar tidur Vera.
"Gimana ya, kalau lihat kamar itu saya selalu ingat Vera. Berat rasanya, tapi saya terpaksa bongkar kamar peninggalan dia. Jadi sekarang saya jadikan tempat nyimpan-nyimpan barang saja kamar itu," ucapnya.
Kerap kali, air matanya juga menetes tiba-tiba saat melihat teman-teman seusia Vera yang sering melintas di depan rumahnya.
Sebab ia teringat bagaimana Vera sedang sangat menikmati masa-masa awalnya bekerja setelah menyelesaikan pendidikan SMA.
"Vera itu baru seminggu kerja, lagi semangat-semangatnya. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Dia dibunuh dengan kejam oleh orang tidak bertanggung jawab itu,"ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Suasana Tegang di Sidang Vonis Prada DP, Menunggu Putusan Majelis Hakim
Subscribe Youtube
10 Foto Adik DJ Katty Butterfly Posisi Baju Agak Terbuka, Sandy Klisana Lebih Cantik dari Sang Kakak
Kajian Ustaz Abdul Somad: Baca Surat Al Kahfi Malam Jumat, Diterangi Cahaya & Bisa Membedakan Dajjal
Wanita Ini Berhubungan Badan dengan Pacar, Salahkan Kurir Kondom, Tuntut Rp 59 Juta, Ternyata Begini
Siapa Sebenarnya Livia Ellen, Mahasiswi UI Fotonya Viral Saat Demo di DPR Ternyata Bukan Orang Biasa
Siapa Sebenarnya Rizal Djalil? Pekerjaan Awal Anggota BPK RI Asal Jambi Tersangka pada 1983