Sidang Prada DP
Hari Ini Vonis Pengadilan, Prada DP Hadir di Ruang Sidang, Tangisan Kakak Vera Oktaria Jadi Sorotan
Penjagaan ketat tampak terlihat dalam sidang agenda putusan hakim dengan terdakwa Prada Deri Pramana (Prada DP) atas perkara pembunuhan terhadap Vera
Diketahui, Vera Oktaria (20) ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Jumat (10/5/2019) lalu.
Suhartini berucap, tidak ada orang tua yang sanggup untuk mengurus pemakaman anaknya sendiri.
"Kadang malam hari saya terbangun dari tidur. Teringat anak gadis, bungsu pula, sekarang sudah terbaring di tanah (dikubur). Sedih, kalau ingat itu. Saya cuma bisa diam dan nangis saat itu,"
Baca: Jokowi Mulai Diserukan Hadapi Mahasiswa Demo Secara Langsung, Tak Hanya Lewat Menteri
Baca: Modus Prostitusi di Kota Kecil, Indehoy di Rumah Mucikari, Tawarkan Lajang, Janda, & Wanita Bersuami
Baca: Kelakuan Mempelai Wanita Bikin Syok, Batal Nikah karena Hamil dari 3 Pria, Bingung Ayah Biologisnya
Sebagai seorang ibu, Suhartini menegaskan, rasa sakit hati terhadap pembunuh anaknya tidak akan pernah sembuh sampai kapanpun.
Sebab nyawa anak gadisnya telah hilang dengan cara yang dianggapnya sangat keji dan tak manusiawi.
"Saya tidak terima Vera dibunuh dengan kejam seperti itu. Terbayang terus, bagaimana saat dia dibunuh"
"Pasti sakit, teriak dan ketakutan. Tidak bisa saya bayangkan saat itu,"ujar Suhartini seraya menghapus air matanya.
Hanya doa yang bisa dipanjatkan Suhartini saat kesedihan mendalam teringat Vera Oktaria, tiba-tiba datang dan menyelimuti batinnya.
Selain itu, doa agar Prada DP mendapat hukuman yang berat juga selalu dipanjatkannya.
Apalagi menjelang sidang putusan hakim yang akan digelar di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (26/9/2019).
"Jelas saya ingin keadilan. Bagaimanapun, pembunuh anak saya harus dihukum bera"
"Saya sangat berharap semoga pak hakim bisa berlaku adil. Deri harus dapat hukuman setimpal dengan perbuatan kejinya,"kata Suhartini.
Diakui Suhartini, dirinya juga sangat ingin bertemu Vera Oktaria walaupun hanya dalam mimpi.
Namun hal itu belum juga kesampaian hingga lebih dari seratus hari Vera dimakamkan.
"Kalaupun mimpi, paling
cuma sekali lewat. Habis itu saya lupa mimpinya bagaimana. Mungkin karena saya kelewat kangen sama dia. Ya, tapi doa terus saya kirimkan ke dia, sebagai obat rindu,"ujarnya.