Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bahas Mahasiswa Disweeping di Restoran, Haris Azhar: Makan Sudah Dilarang di Republik Ini?

Dalam pemaparannya, Moeldoko mengatakan bahwa aksi demo bukanlah sesuatu yang haram bagi pemerintah. Moeldoko mengapresiasi aksi demonstrasi mahasiswa

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Kolase TribunJakarta/Tangkapan Layar Najwa Shihab
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar, dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. 

Bahas Mahasiswa Disweeping di Restoran, Haris Azhar: Makan Sudah Dilarang di Republik Ini?

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar tanggapi pernyataan pemerintah terkait aksi demo mahasiswa yang sudah tidak relevan.

Pernyataan itu kemudian diluruskan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang hadir di program acara Mata Najwa (25/9/2019).

Dalam pemaparannya, Moeldoko mengatakan bahwa aksi demo bukanlah sesuatu yang haram bagi pemerintah.

Moeldoko mengapresiasi aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi Selasa (24/9/2019).

Baca: Lolos Hukuman Mati, Prada DP Pemutilasi Vera Oktaria Divonis Hukuman Seumur Hidup, Hakim Beri Fakta

Baca: Luna Maya Didekati Beberapa Cowok Masih Laku, Jadi Siapa Pacarnya?

Baca: Pernyataan Moeldoko Sebut Kritik Pemerintah Tidak Haram, Ketua BEM UGM: Kok Teman Kita Ditangkap?

Ia juga menuturkan pemerintah telah meninjau kembali apa yang menjadi tuntutan para demonstran.

Mendengar penjelasan Moeldoko, Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Gajah Mada, M. Atiatul Muqtadir tampak kurang setuju dengan pemaparan yang disampaikan Moeldoko.

Mahasiswa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Demo mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPR sejak tadi pagi berakhir ricuh, suasana tidak kondusif terjadi sejak sore hingga malam hari.(ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS)
Mahasiswa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Demo mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPR sejak tadi pagi berakhir ricuh, suasana tidak kondusif terjadi sejak sore hingga malam hari.(ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS) ((ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS))

Atiatul menyoroti penyataan Moeldoko terkait demo bukanlah hal yang haram bagi pemerintah.

Kemudian Atiatul menyinggung soal teman-teman mahasiswa yang ditahan di kepolisian karena terlibat unjuk rasa.

"Tadi Pak Moeldoko menyampaikan, demo bukan hal yang haram, kok teman-teman kami sekarang lagi ditahan sih di kepolisian?" kata Atiatul.

"Bahkan ada yang lagi makan di sebuah restoran terkena sweeping, katanya enggak haram," sindir Atiatul.

Baca: Jokowi Diingatkan Anak Mantan Presiden untuk Lakukan Ini, Ternyata Sebagian Demonstran Pendukungnya

Baca: Nikita Mirzani Ungkap Setuju dengan Abu Janda Soal Demo Ricuh, Kecewa Pendemo Rusak Fasilitas Umum

Moeldoko kemudian menjelaskan, penangkapan itu terjadi karena kericuhan pada aksi unjuk rasa yang disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ia menuturkan semakin lama aksi demo berlangsung, kondisi psikologis demonstran dan aparat bisa berubah.

"Bisa dibilang kondisi awal mulai demo teman-teman mahasiswa ini fresh, begitu kena matahari, mulai lapar, haus, maka tensinya meningkat, kelelahan, itu mengakibatkan uncontrol. Aparat juga seperti itu," kata Moeldoko.

Moeldoko menggambarkan situasi tersebut juga dialami aparat kepolisian.

"Aparat juga manusia bung!" ujar Moeldoko.

Moeldoko menerangkan situasi seperti itulah yang mengakibatkan gesekan antara mahasiswa dan aparat.

Baca: Spoiler One Piece Chapter 957, Cerita Masa Lalu Gol D Roger, Yonkou dengan Bounty Teratas

Kemudian Najwa Sihab sebagai pemandu acara memberikan kesempatan Direktur Eksekutif Lokataru untuk menanggapi.

Alasan yang disampaikan Moeldoko terkait kondisi psikologis demonstran yang dapat berubah diterima oleh Direktur Eksekutif Lokataru, Hariz Azhar.

"Saya terima 100 persen masukan dari Pak Moeldoko, bacaan normatifnya tadi secara psikologi," Kata Hariz.

Namun ada hal yang tidak bisa diterima oleh Haris Azhar mengenai peristiwa sweeping yang dilakukan oleh aparat.

Terutama soal mahasiswa yang terkena sweeping saat sedang berada di rumah makan.

"Mereka (Mahasiswa) itu lagi daerah Benhil (Bendungan Hilir), ada yang di rumah makan, saya dapat videonya sweeping ke dalam (rumah makan)," kata Hariz Azhar.

Peristiwa sweeping seperti itu sangat disayangkan oleh Haris Azhar.

Kemudian ia mempertanyakan, apakah mahasiswa makan itu dilarang sehingga harus ikut disweeping.

Baca: Rilis di Indonesia, Berikut Spesifikasi Lengkap Huawei Nova 5T Gunakan 5 Kamera, Kemampuan Fotografi

Baca: Lolos Hukuman Mati, Prada DP Pemutilasi Vera Oktaria Divonis Hukuman Seumur Hidup, Hakim Beri Fakta

"Apakah makan sudah dilarang pada jam tersebut di republik ini?" tanya Haris.

Ia juga menyayangkan adanya informasi, para demonstran yang ditangkap dan dipukuli oleh pihak kepolisian.

Sementara Moeldoko, tampak menyimak apa yang disampaikan oleh Haris Azhar.

Moeldoko tampak mengangguk-anggukkan kepalanya tanda menyimak apa yang disampaikan.

Meski sempat terjadi kericuhan, Haris Azhar mengaku bersyukur adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa.

"Saya mau bilang terima kasih buat mahasiswa, alarm demokrasi kita hidup," kata Hariz dengan nada penekanan di akhir kalimat.

(TribunJakarta.com, Muji Lestari)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Soroti Mahasiswa yang Disweeping di Restoran, Haris Azhar: Apa Makan Sudah Dilarang di Republik Ini?, https://jakarta.tribunnews.com/2019/09/26/soroti-mahasiswa-yang-disweeping-di-restoran-haris-azhar-apa-makan-sudah-dilarang-di-republik-ini?page=all.
Penulis: Muji Lestari

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved