Pencemaran Lingkungan

Perahu Pun Tak Bisa Lewat, Sungai Pematang Rahim Tertutup Sampah

Tumpukan sampah dari berbagai jenis yang menumpuk di aliran Sungai Pematang Rahim, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu,

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Abdulah Usman
Sungai Pematang Rahim di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dipenuhi sampah. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tumpukan sampah dari berbagai jenis yang menumpuk di aliran Sungai Pematang Rahim, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengakibatkan aktivitas sungai tersendat.

Tumpukan sampah yang menutupi seluruh badan sungai di wilayah tersebut, mengakibatkan sungai tidak dapat dilewati oleh ketek, perahu dan speed boat pengakut barang dan penumpang.

Warga Desa Pematang Rahim berinisiatif untuk membersihkannya sendiri dengan cara bergotong-royong dan menyewa alat berat. Menurut warga, persoalan ini telah lama terjadi. Dan diharapkan, ada perhatian serius dari pemerintah setempat untuk menuntaskan masalah ini, sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Ya, sungai kami ini sudah lama seperti ini, sehingga kami yang memiliki angkutan sungai sering terhambat beraktivitas karena tumpukan sampah ini," kata Yunus, warga setempat.

Lebih lanjut jalur transportasi sungai ini merupakan satu-satunya akses sungai warga menuju Desa Pematang Rahim untuk membawa hasil pertanian maupun jika bepergian. Sehingga kebersihan sungai ini memang sangat diperlukan.

"Ini biasanya kita gunakan sebagai akses sungai ketika bepergian dan membawa hasil panen kami. Kalau ini dibiarkan, maka kegiatan kami akan lumpuh total seterusnya," ungkapnya.

Lanjutnya masyarakat Desa Pematang Rahim sangat kesulitan dan kemampuan juga terbatas jika membersihkannya secara manual. Namun kalau sungai tersebut dibersihkan menggunakan alat berat secara terus menerus, tentunya memerlukan anggaran yang besar.

Kondisi ini menurutnya, hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau. Untuk itu, masyarakat sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk menanggapi keluhan masyarakat Desa Pematang Rahim.

"Ya, pasti perlu dana besar jika kami menggunakan alat berat. Sungai ini perlu dilakukan pelebaran dan pengerukan di bagian dalam sungai. Makanya perlu bantuan pemerintah," tukasnya.

Camat Mendahara Ulu, Sarjuna ketika dikonfirmasi membenarkan. Dia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan pihak pemerintah desa sebagai upaya tindak lanjut untuk mengangkat sampah di sungai tersebut.

"Pihak desa sudah membuat proposal yang ditujukan kepada PetroChina dan WKS yang diketahui oleh Camat. Karena PetroChina dan WKS yang hanya memiliki alat berat lengan panjang, makanya kita minta bantu sama perusahaan," pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved