Prof Elita, Satu-satunya Perempuan yang Maju Jadi Calon Rektor Unja

Prof. Dr. Elita Rahmi S.H., M.H. dari fakultas hukum menjadi satu-satunya calon perempuan yang mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Jambi.

Prof Elita, Satu-satunya Perempuan yang Maju Jadi Calon Rektor Unja
Tribunjambi/Nurlailis
Prof. Dr. Elita Rahmi S.H., M.H. dari fakultas hukum menjadi satu-satunya calon perempuan yang mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Jambi. 

Prof Elita, Satu-satunya Perempuan yang Maju Jadi Calon Rektor Unja

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam pemilihan calon rektor periode 2020-2024 Universitas Jambi (Unja) ada lima bakal calon yang telah mendaftar. Prof. Dr. Elita Rahmi S.H., M.H. dari fakultas hukum menjadi satu-satunya calon perempuan yang mendaftar.

Saat ini ia menjabat sebagai ketua prodi magister kenoktariatan sejak 2013. Pencalonan menjadi rektor inipun baru ia lakukan pada periode ini.

Mengenai persiapan ia menyampaikan tentunya dimulai dari kesehatan fisik, mental dan yang paling penting program kerja yang harus dimunculkan dalam rangka membuat Unja lebih baik ke depannya.

“Program kerja nanti sesuai dengan era sekarang yaitu era digital, pasar bebas, milenial. Unja harus mempersiapkan diri ke sana. Kita bukan hanya mempersiapkan infrastruktur namun bagaimana Unja menjadi bagian dari globalisasi itu sendiri,” ungkapnya.

Baca: Masuk Kawasan Kota Jambi, Puluhan Truk Barubara Ditilang

Baca: Sepakat, Berjalan Mulus Ini Tujuh Poin Perubahan dalam Revisi UU KPK

Baca: Safrial: Peringatan Harhubnas Momentum untuk Meningkatkan Pelayanan Masyarakat

Baca: Dibully Karena Cara Berpakaiannya, Shandy Aulia: Pakaian Bukan Sekadar Budaya Tapi Urusan Pribadi

Baca: 80 Persen Anggota Dewan di Tanjabbar Akan Menyekolahkan SK ke Bank

Mengenai rangking Unja yang menurun ia mengatakan rangking merupakan persoalan administratif yang harus dilakukan Unja dalam rangka menyetarakan sarana prasarana proses tri darma perguruan tinggi.

“Fluktuasi perguruan tinggi Unja memang semakin menurun. Unja sedang menambah program study yang banyak. Ini sebuah kebanggaan sekaligus tantangan. Mahasiswa yang masuk Unja akan semakin banyak sehingga SDM secara kuantitas pasti meningkat. Namun bagaimana aspek kuantitas ini kita transfer menjadi aspek kualitas. Bagaimana lulusan ini berkualitas, tidak menambah beban negara, yang lulus terampil, inovatif dan kreatif,” paparnya.

Ia sendiri baru menyandang gelar profesor pada 2017. Diluar jabatan sebagai ketua prodi, ia juga aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan sejak lama.

“Makna kekuasaan itu sebuah amal ibadah agar kelak jadi sebuah amal jariah. Saya menganggap karena sudah dikasih amanah, pendidikan yang baik, itu adalah anugrah Allah dan harus diimplementasikan kembali ke orang banyak,” ujarnya.(lai)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved