Mahasiswa Desak Asisten III Provinsi Jambi Teken Tuntutan Penanganan Karhutla

Asisten III Setda Gubernur Jambi Sudirman didesak untuk menandatangani salinan tuntutan pananganan karhutla di lapangan Kantor Gubernur Jambi.

Mahasiswa Desak Asisten III Provinsi Jambi Teken Tuntutan Penanganan Karhutla
Tribunjambi/Zulkifli
Para mahasiswa yang berdemo di depan Kantor Gubernur Jambi meminta Asisten III Setda Gubernur Jambi Sudirman untuk menandatangani salinan tuntutan mereka di langan Kantor Gubernur Jambi. 

Mahasiswa Desak Asisten III Provinsi Jambi Teken Tuntutan Penanganan Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tidak bertemu Gubernur Jambi, para mahasiswa yang berdemo di depan Kantor Gubernur Jambi meminta Asisten III Setda Gubernur Jambi Sudirman untuk menandatangani salinan tuntutan mereka di lapangan Kantor Gubernur Jambi.

Para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli Karhutla dan kabut asap ini, menggelar aksi demonstrasi meminta Pemerintah Provinsi Jambi segera menyelesaikan persoalan Karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi.

Koordinator Aksi Ardy Irawan mengatakan, aksi yang mereka lakukan hari ini untuk mendesak Gubernur Jambi untuk segera melakukan monitoring dan evaluasi terkait perusahaan-perusahaan dalam upaya melaksanan penganggulangan bencana kebakaran.

Baca: BREAKING NEWS, Komplotan Rampok Rumah Walet Kena Dor Polisi, Tiga Orang Lumpuh

Baca: Sambil Ngopi, Begini Cara Cek Endra Bangun Komunikasi dengan Dewan

Baca: Ke Pekanbaru, Presiden Minta BNPB Perluas Cakupan Hujan Buatan Seraya Tambah Pasukan Pemadam

Baca: Bupati Tanjab Timur, Kapolda Jambi dan Danrem Kumpul Bahas Karhutla, Sudah Menghawatirkan?

Baca: VIDEO: Sering Dilakukan, Inilah 5 Kebiasaan yang Dapat Menghalangi Kesuksesan

Kedua, para mahasiswa juga mendesak Gunernur Provinsi Jambi untuk merekomendasikan kepada pihak yang berwenang atau pihak yang memberikan izin untuk memberikan sanksi administratif kepada perusahaan yang wilayah konsesinya terbakar.

"Yang ketiga kami meminta Kepada Gubernur Jambi untuk serius menangani masalah karhutla utamanya pasca dari kebakaran kemudian munculnya asap, karena sampai dengan hari ini kami belum pernah mendengar statmen dari pemerintah daerah maupun Gubernur untuk menyelesaikan permasalahan," ujarnya.

Menurut mahasiswa, Pemerintah Provinsi Jambi seharusnya bisa memunculkan program sederhana seperti menggratiskan pengobatan terhadap korban ISPA di wilayah yang terdampak.

"Tapi sampai saat ini program-program seperti itu tidak pernah terdengar," sambung Ardy.

Sementara Asisten III Setda Provinsi Jambi Sudirman menyampaikan, yang paling penting dilakukan adalah bersinergi karena ini merupakan bencana nasional.

"Begitupun juga dengan mahasiswa nanti akan kita komunikasikan perkembangannya, mudah-mudahan terseleaikan cepat bencana ini," ujarnya.

Sementara terkait perda nomor 2 tahun 2016 yang telah ada di Provinsi Jambi sebenarnya sudah dilaksanakan.

"Itu meliputi tindakan pencegahan, penyelesaian bencana dan pasca bencana, nah sekarang masih penyelesaian bencana jadi sudah dalam tahapan itu," katanya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved