Karhutla di Jambi

Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Dinas Kesehatan Bagi Ribuan Masker, Buka Posko Pelayanan

Kabut asap terus pekat Dinas Kesehatan Tanjab Timur Lakukan pemberian 1000 masker ke masyarakat

Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Dinas Kesehatan Bagi Ribuan Masker, Buka Posko Pelayanan
tribunjambi/abdullah usman
Kabut asap di Tanjabtim, Provinsi Jambi. (September 2019). 

Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Dinas Kesehatan Bagi Ribuan Masker, Buka Posko Pelayanan

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabut asap terus pekat, Dinas Kesehatan Tanjab Timur Lakukan pemberian 1000 masker ke masyarakat, publik address dan juga membuka posko pelayanan kesehatan.

Hujan yang tidak kunjung turun di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, selama dua bulan terakhir mengakibatkan kabut asap tebal masih terjadi di beberapa wilayah di Tanjab Timur.

Dinas Kesehatan Tanjab Timur terus melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menghindari aktifitas di luar ruangan terlebih tanpa menggunakan penyaring udara (masker).

Sekretaris Dinas Kesehatan Tanjab Timur Hendry
Sekretaris Dinas Kesehatan Tanjab Timur Hendry (tribunjambi/abdullah usman)

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Tanjab Timur Hendry saat dikonfirmasi tribunjambi.com di ruangannya mengatakan, dengan kondisi kualitas udara saat ini yang cenderung buruk di beberapa daerah pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi. 

"Adapun beberapa langkah yang dapat kita lakukan saat ini diantaranya dengan membagikan 1000 masker lebih kepada masyarakat. Baik bagi masyarakat yang terdampak kebakaran maupun masyarakat yang berada di lokasi," ujarnya. 

Dikatakannya pula, untuk kondisi kabut asap seperti saat ini tidak semua asap pekat terjadi di kawasan kebakaran.

Seperti di Sadu misalnya meski di lokasi tersebut merupakan lokasi kebakaran namun di lokasi tersebut cenderung cerah dari kabut asap

"Berdasarkan laporan puskesmas setempat dari kunjungan pasien dan keterangan masyarakat. Di Wilayah tersebut cenderung terang justru kabut pekat terjadi di Kecamatan tetangga Berbak dan sekitarnya," ujarnya.

Menurutnya hal tersebut terjadi dikarenakan faktor angin laut, yang mengakibatkan kabut asap dibawa angin sehingga berpindah dari lokasi awal dimana lokasi tersebut menjadi titik api yang menjadi kebakaran. 

Pantauan tribunjambi.com di lapangan Minggu (15/9) kondisi udara di Kabupaten Tanjab Timur pada waktu pagi cenderung cerah.

Namun pada pukul 10.30 kondisi udara perlahan beranjak pekat dan menyesakan pernapasan. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved