Berita Nasional
Mengenali Penyakit Glaukoma yang Disebut Diderita Thareq Kemal, Putra BJ Habibie dengan Penutup Mata
Mengenali Penyakit Glaukoma yang Disebut Diderita Thareq Kemal, Putra BJ Habibie dengan Penutup Mata
Hal tersebut disampaikan pemilik akun @deshie.susanti saat menjawab pertanyaan @gengsuryadi.
@gengsuryadi bertanya: Maaf min,itu mata beliau kenapa min harus pake penutup spt itu
@deshie.susanti menjawab: kalo ga salah glukoma. Mohon maaf apabila ada salah

Baca: Wanita di Batanghari Ini Tewas Tertimpa Pohon Kering, Saat Padamkan Api di Kebun Karet yang Terbakar
Baca: Anak Elvy Sukaesih Ngamuk-ngamuk Bawa Golok dan Rusak Rumah Warga Karena Tak Diutangi Rokok
Baca: Digilir 4 Buruh, Siswi SMP Ini Terpaksa Layani Nafsu Para Pelaku saat Kepergok Intim dengan Pacar
Pengertian Glaukoma
Seperti dilansir klikdokter.com tekanan bola mata tinggi atau glaukoma adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan kerusakan saraf mata. Biasanya diakibatkan oleh meningkatnya tekanan dalam bola mata. Glaukoma dapat timbul pada usia berapa pun, tetapi lebih sering ditemukan pada orang tua.
Glaukoma terdiri dari dua jenis, yakni glaukoma akut dan glaukoma kronis. Glaukoma akut merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba. Sementara itu, glaukoma kronis merupakan glaukomayang terjadi secara perlahan-lahan.
Penyebab Glaukoma
Penyebab tekanan bola mata tinggi atau glaukoma adalah bagian bilik mata yang tertutup oleh sesuatu, sehingga aliran cairan mata tidak lancar atau menumpuk di dalam bola mata. Pada akhirnya, hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan dalam bola mata. Sementara itu, sudut antara kornea dan iris tetap terbuka.
Komplikasi
Penyakit glaukoma yang tidak ditangani dengan baik, atau bahkan tidak mendapatkan pengobatan, dapat berujung kepada kebutaan.
Kebutaan ini disebabkan oleh penekanan saraf penglihatan karena tekanan bola mata yang terlalu tinggi. Kebutaan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf penglihatan tidak dapat diperbaiki lagi, walaupun dengan cara operasi sekalipun.
Diagnosis Glaukoma
Pemeriksaan terhadap tekanan bola mata tinggi atau glaukoma dapat dilakukan dengan alat yang dinamakan slit lamp. Dengan alat ini, dokter dapat menilai keadaan komponen-komponen dari bola mata, mulai dari kornea hingga retina.
Untuk mengukur tekanan bola mata, dokter akan menggunakan alat yang bernama tonometri. Sebelumnya, mata pasien akan diberikan semacam tetes mata yang berfungsi untuk membuat kebal kornea.
Untuk memeriksa sudut di antara iris dan kornea, dokter dapat melakukan pemeriksaan gonioskopi. Dokter perlu mengetahui apakah sudut tersebut terbuka atau tertutup.
Untuk menilai kerusakan saraf penglihatan, dokter akan memeriksa saraf tersebut dengan sebelumnya meneteskan tetes mata untuk melebarkan pupil. Setelah penetesan cairan tersebut, pasien akan merasa penglihatannya silau atau sedikit kabur karena pupil terbuka lebar. Namun Anda tak perlu khawatir, karena efek ini hanya berlangsung sementara.