Berita Tanjab Timur

'Hampir Seminggu Panas Matahari Dak Lagi Teraso' Kondisi Kabut Asap di Tanjabtim

Kabut asap tebal masih menyelimuti sebagian besar Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (11/9) pagi.

'Hampir Seminggu Panas Matahari Dak Lagi Teraso' Kondisi Kabut Asap di Tanjabtim
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Anak sekolah bersepeda menembus kabut asap di Kabupaten Tanjab Timur, Rabu (11/9) pagi. 

'Hampir Seminggu Panas Matahari Dak Lagi Teraso' Kondisi Kabut Asap di Tanjabtim

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabut asap tebal masih menyelimuti sebagian besar Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (11/9) pagi.

Jarak pandang di Jembatan Muara Sabak menurun drastis dibanding hari-hari biasa.

Pantauan Tribunjambi.com dari atas Jembatan penyebrangan Muara Sabak, kabut asap terlihat menyelimuti permukiman warga.

Pada pukul 06.30 WIB, kabut asap yang menyelimuti kawasan Muara Sabak mengakibatkan jarak pandang terbatas.

Jangkauan pandangan mata normal hanya sekira 100 meter akibat terhalang kabut asap.

Warga Muara Sabak Timur bernama Sukiman (49) mengatakan kondisi kabut pekat seperti yang terjadi pada pagi ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.

Namun, kondisi terparah (kabut sangat pekat) terjadi selama sepekan terakhir.

Kabut asap tebal terjadi mulai pagi hari hingga sore hari dan nyaris tidak terlihat cahaya matahari.

"Kalau parah-parahnyo ni sudah semingguan. Bahkan hampir seminggu ini panas matahari dak lagi teraso dak nembus dibuat asap," tuturnya

Baca Juga

 Kondisi Terkini Kesehatan BJ Habibie, Ini Faktor yang Bikin Sakit, Thareq Kemal: Kondisi Stabil

 Blak-blakan Mitha The Virgin Soal Keluar dari RCM, Gara-gara Ahmad Dhani Bangkrut?

 Pak RT Kaget Tapi Tetap Jaga Rahasia, Polwan Cantik Undercover Kenakan Pakaian Minim

 Info Terbaru CPNS 2019 Jadwal, Posisi, Perkiraan Syarat dan Batas Usia Pelamar, Jangan Terlewat

 Tante Pergoki Kakek Remas-remas Sang Cucu, Pencabulan Anak Kelas 6 SD selama 2 Tahun Terbongkar

Dia mengatakan kabut asap yang terjadi di Muara Sabak Timur ini merupakan dampak dari kebakaran hutan yang terjadi dari kecamatan tetangga.

Meski di Kecamatan Sadu juga terjadi, namun posisinya jauh di ujung kecamatan.

"Jatuhnya kami ini terkepung asap dari kebakaran di kecamatan atau daerah lain. Seperti dari Kecamatan Dendang, Mendahara dan Sadu," ujarnya.

Permukiman di Tanjab Timur dilihat dari Jembatan Muara Sabak, Rabu (11/9) pagi.
Permukiman di Tanjab Timur dilihat dari Jembatan Muara Sabak, Rabu (11/9) pagi. (Tribun Jambi/Abdullah Usman)

Dengan keadaan tersebut, jelas sangat berdampak pada kesehatan masyarakat. Seperti saat ini warga sudah banyak mengeluhkan perihnya asap di mata dan gatal pada tenggorokan.

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, meski kondisi kabut semakin tebal, aktivitas masyarakat sekitar masih berjalan normal seperti hari biasanya, baik yang bekerja maupun siswa yang bersekolah. (Abdullah Usman / Tribunjambi.com)

Ingin Awet Muda Seperti Syahrini? 5 Jus Buah Ini Rahasia Awet Mudanya!

 Sersan Badri Menyamar 1 Tahun, Kopassus Kaget Disuruh Sembunyikan Istri Panglima Musuh

 Duduk Perkara Audisi PB Djarum (Tulisan Hamid Awaludin) Terungkap

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved