Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jelang Hari Tanpa Bayangan, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ingat dan Catat Jadwalnya Berikut Ini!

Fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Indonesia. Fenomena ini bisa dinikmati hingga bulan Oktober mendatang.

Tayang:
Editor: rida
eskipaper
Ilustrasi bayangan. 

TRIBUNJAMBI.COM- Fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Indonesia.

Fenomena ini bisa dinikmati hingga bulan Oktober mendatang.

Agar bisa menikmatinya, catat jadwalnya berikut ini di kotamu!

Mengutip dari Instagram @infobmkg, terjadi kulminasi matahari mulai Minggu (8/9/2019) di Sebang Aceh hingga Senin (21/9/2019) di Seba NTT.

Hal ini menyebabkan bayangan benda tegak bertumpuk dengan bendanya.

Baca: 3 Zodiak yang Mulai Bangkit Dari Kesulitan di Minggu Ini, Taurus Penuh Motivasi!

Baca: Timnas Indonesia Vs Thailand, 3 Pemain Indonesia Ini Ternyata Bisa Jadi Mata-mata Berbahaya!

Baca: Pria Misterius Pakai Jubah Putih Beri Wejangan ke Warga, Ini yang Dikatakan Dengan Tongkatnya!

Fenomena ini juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Dikutip Tribunnews.com dari bmkg.go.id, kulminasi atau transit atau istiwa' merupakan fenomena saat mahatahi tepat di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengatam fenomen ini disebut dengan kulminasi utama.

Pada saat tesebut, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit.

A
Hiasan payung dengan warna warni yang indah untuk dijadikan latar berfoto terbentang di kawasan Tugu Khatulistiwa, Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/3/2018) sore. Hiasan ratusan payung ini dalam rangka menyambut event tahunan pesona titik kulminasi matahari yang jatuh pada tangga 21-23 Maret ini. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Peristiwa ini membuat bayangan benda tegak tampak menghilang karena bertumpuk dengan benda tersebut.

Baca: Iuaran BPJS Naik per 1 Januari 2020, Sampai 100 Persen Untuk Kelas 1 dan Kelas 2

Baca: Update Vina Garut, Ternyata Pemeran Wanita Bukan Cuma V, Ada yang Lain, Diduga Sudah Tersebar

Baca: Diduga Cabuli Murid Sendiri, Guru Ngaji di Malang Dibekuk Polisi, Begini Cerita Sebenarnya!

Fenomena hari tanpa bayangan dapat terjadi karena adanya bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi yang tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

A
Sejumlah warga mendirikan telur di lokasi titik nol derajat saat terjadinya titik kulminasi matahari, Pada rangkaian acara Pesona Kulminasi Matahari dan lanching logo,maskot serta bendera khatulistiwa park, di Tugu Khatulistiwa,Jl Khatulistiwa, Pontianak Utara,Kalbar, Selasa (22/9/2015). titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi beberapa detik saat diterpa sinar Matahari dan bisa membuat telur berdiri tegak. Peristiwa titik kulminasi Matahari yang terjadi setahun dua kali yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September ini menjadi event tahunan kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA (TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Akibatnya posisi matahari dan bumi terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU s.d. 23,5 derajat LS.

Peristiwa tersebut biasa disebut dengan gerak semu harian matahari.

Di Indonesia, Kulminasi utama akan terjadi dua kali dalam setahun.

Berikut ini jadwal hari tanpa bayangan di kota-kota besar seluruh Indonesia dikutip Tribunnews dari bmkg.go.id.

  • Banda Aceh: 9 September 2019 pukul 12:36:15 WIB
  • Meda: 14 September 2019 pukul 12:21:00 WIB
  • Padang: 25 September 2019 pukul 12:10:24 WIB
  • Pekanbaru: 22 September 2019 pukul 12:07:06 WIB
  • Bengkulu: 3 Oktober 2019 pukul 12:00:09 WIB
  • Jambi: 27 September 2019 pukul 11:56:44 WIB
  • Tanjung Pinang: 21 September 2019 pukul 11:55:29 WIB
  • Palembang: 1 Oktober 2019 pukul 11:50:48 WIB
  • Bandar Lampung: 7 Oktober 2019 pukul 11:46:57 WIB
  • Pangkal Pinang: 29 September 2019 pukul 11:46:03 WIB
  • Serang: 9 Oktober 2019 pukul 11:42:47 WIB
  • Jakarta Pusat: 9 Oktober 2019 pukul 11:40:05 WIB
  • Bandung: 11 Oktober 2019 pukul 11:36:27 WIB
  • Semarang: 11 Oktober 2019 pukul 11:25:06 WIB
  • Yogyakarta: 13 Oktober 2019 pukul 11:24:53 WIB
  • Surabaya: 12 Oktober 2019 pukul 11:15:46 WIB
  • Pontianak: 23 September 2019 pukul 11:35:12 WIB
  • Palangka Raya: 29 September 2019 pukul 11:14:56 WIB
  • Banjarmasin: 2 Oktober 2019 pukul 12:11:09 WITA
  • Samarinda: 24 September 2019 pukul 12:03:44 WITA
  • Tanjungselor: 16 September 2019 pukul 12:05:36 WITA
  • Denpasar: 16 Oktober 2019 pukul 12:04:49 WITA
  • Mataram: 16 Oktober 2019 pukul 12:01:16 WITA
  • Kupang: 20 Oktober 2019 pukul 11:30:34 WITA
  • Mamuju: 30 September 2019 pukul 11:54:37 WITA
  • Makassar: 6 Oktober 2019 pukul 11:50:37 WITA
  • Palu: 25 September 2019 pukul 11:52:27 WITA
  • Kendari: 3 Oktober 2019 pukul 11:39:09 WITA
  • Gorontalo: 22 September 2019 pukul 11:40:41 WITA
  • Manado: 19 September 2019 pukul 11:34:37 WITA
  • Sofifi: 21 September 2019 pukul 12:23:02 WIT
  • Ambon: 3 Oktober 2019 pukul 12:16:30 WIT
  • Manokwari: 25 September 2019 pukul 11:55:35 WIT
  • Jayapura: 30 September 2019 pukul 11:27:24 WIT
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved