VIDEO Viral Siswi SMA Dihajar Teman Pria hingga Pingsan, Begini Kronologinya, Tak Ada Guru Datang
Peritiwa perkelahian tak ini terjadi di SMA Negrei 3 Plewali Mandar, Selawesi Barat, Jumat (6/9/2019) hingga menyodot keprihatinan pihak sekolah
Masih mengutip laman yang sama, salah satu Halaman Facebook bernama Potert Labura turut membeberkan kronologi kejadian tersebut.
Dikonfirmasi Tribunnews via Facebook Messenger, Irsyad Kamil, Founder Potret Labura, membenarkan kejadian yang menimpa AR.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Irsyad, peristiwa terjadi pada Rabu (21/8/2019), sekitar pukul 06.00 WIB.
Irsyad menjelaskan, pengeroyokan yang dialami AR terjadi sebelum bel masuk berbunyi dan guru belum datang.
Menurut Irsyad, A dan R disuruh oleh remaja luar sekolah yang saat itu sedang berada di lokasi.
"Pertama kali kronologinya A dan R berantem dengan W (teman sekolah lainnya). Setelah itu, remaja setempat tidak kami sebutkan namanya menyuruh A dan R memukul dan menendang AR," ujar Irsyad.
Irsyad juga mengatakan, tidak diketahui motif remaja tersebut untuk menyuruh A dan R memukul AR.
Namun, remaja itu mengiming-imingi pelaku dengan uang agar mereka mau memukul dan menendang AR.
Baca: Mulan Jameela Terciduk Belanja di Blok M, Lihat Gaya Maia Estianty Dalam Jet Pribadi
"Disitulah korban dipukulin juga ditendang A dan R," lanjut Irsyad.
Founder Potret Labura itu juga mengungkapkan, awalnya kasus ini belum mendapat penindakan intensif dari sekolah hingga hampir seminggu berselang.
Beberapa waktu kemudian, sebuah halaman Facebook setempat lain mengunggah video kekerasan tersebut.
Berdasarkan keterangan Irsyad, video yang diunggah halaman Facebook setempat itu didapatkan dari saudara korban, meskipun belum diketahui dari mana akar video bermula.
Namun, selang beberapa menit, unggahan video itu dihapus.
Potret Labura yang juga mengunggah kasus itu, memutuskan untuk mempertahankan unggahannya.
"Kami Potret Labura, tidak menghapus postingan itu di FB, IG, dan Fanpages, guna agar kasus itu segera ditindakanjuti," tegas Irsyad.
Langsung Ditindak Lanjuti
Benar saja, peristiwa tersebut lantas ditinjak lanjuti oleh guru, camat hingga DPD KNPI Labura.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews pada unggahan Potret Labura, perwakilan DPD KNPI hingga Camat Kualuh Selatan mengunjungi AR atas kasusnya yang menggegerkan jagad maya maupun warga setempat.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Labura, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Labura, dan Kepala Desa Siamporik.
Pertemuan itu dilakukan dalam rangka perdamaian.
Perdamaian dimediasi dan difasilitasi oleh sekolah, dan didukung oleh KPAID, kepala desa, dan camat.
Dalam unggahan lainnya, terdapat sebuah video yang menunjukkan AR sedang dipeluk oleh pihak sekolah.
Video tersebut memperdengarkan suara seorang wanita yang mengatakan bahwa Camat memberikan uang kepada AR.
Video memperdengarkan suara seorang wanita yang mengatakan bahwa Camat memberikan uang kepada AR.
"Iya karena sudah damai tadi, apa dikasih Pak Camat tadi uang tadi," ujar wanita tersebut.
Baca: FOTO-FOTO Gara-gara Bakar Sampah Kebun Karet 2 Hektare di Bungo Terbakar, Api Membesar
Baca: ART Tewas Digigit Anjing, Bima Aryo Banjir Dukungan, Young Lex Sampai Bilang Begini
Mengonfirmasi hal itu, Irsyad membenarkan apa yang dikatakan wanita yang terdengar suaranya dalam video tersebut.
"Dalam video itu benar, katanya camat memberikan sejumlah uang ke AR, namun tak tahu nominalnya, kabarnya 500.000," kata Irsyad.
Irsyad menambahkan, pemberian uang kepada korban merupakan partisipasi camat agar AR dapat tersenyum kembali.
"Itu partisipasi camat dan untuk melihat anak tersebut tersenyum kembali," imbuhnya.
Sementara orang tua siswa yang bersangkutan telah menandatangani surat perjanjian atas akasi damai kedua belah pihak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/siswi-sma-3-polewali-mandar.jpg)