Breaking News:

Bicara Berbelit-belit, Yusri Bantah Kesaksian Saksi di PN Jambi

Yusri selaku terdakwa kasus penggelapan sebuah mobil Toyota Rush dengan suara lirih membantah semua kesaksian saksi pada sidang sebelumnya

Bicara Berbelit-belit, Yusri Bantah Kesaksian Saksi di PN Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Yusri selaku terdakwa kasus penggelapan sebuah mobil Toyota Rush dengan suara lirih membantah semua kesaksian saksi pada sidang di PN Jambi sebelumnya, pada Kamis (5/9). Padahal pada saat saksi ada, Yusri membenarkan begitu saja kesaksian para saksi.

“Saya itu pinjam uang yang mulia Rp 100 juta,” kata Yusri.

Yusri mengatakan juga menggadaikan mobil itu. “Katanya cepat cair makanya pinjam, di leasing,” katanya.

Yusri mengatakan tidak tahu apa saja dokumen yang ditandatanganinya. Mobil itu diakui Yusri dibeli pada bulan Februari 2018 dengan uang cash. Lalu pinjam uang bulan Maret dan Aprilnya Yusri masuk penjara karena perkara narkotika.

“Waktu mobil diambil itu saya sedang dalam LP (Lembaga Pemasyarakatan/ penjara),” kata Yusri.

Baca: Dikepung Kabut Asap, Disdik Muarojambi Belum Tetapkan Libur Sekolah Ini alasannya

Baca: Pengajian ASN Merangin Sepi, Sekda: Ini Seperti Buntut Tikus

Baca: Perhubungan Mengajar Berikan Pemahaman Bertransfortasi pada Generasi Muda

Baca: 19 Atlet Panahan Jambi akan Berlaga ke Pra-PON

Dalam dakwaan Yusri harus mengansur 4 juta sebulan untuk menebus mobil itu. Namun, Yusri mengaku tak pernah membayarnya karena kekeh kalau itu mobilnya, bukan mobil leasing yang dibelinya.

“Kalau kamu beli cash dan butuh duit, kenapa tidak kamu jual saja mobil itu lagi?” tanya Arfan Yani selaku ketua majelis hakim.

“Lalu dimana kamu titipkan mobil itu? Kenapa tidak dititipkan sama istrimu atau siapa?”

“Istri saya sudah meninggal pak,” kata Yusri.

Arfan kemudian menunjukkan bukti-bukti bahwa Yusri membeli mobil itu dengan kredit di leasing yang juga menjebloskannya dalam penjara. “Lalu kenapa saat saksi ditaya kesaksian kemarin kamu benarkan semua?” tanya Arfan.

Yusri diam saja dan menunduk.

“Sidang ditunda Kamis tanggal 12 September untuk tuntutan,” kata Arfan kemudin mengetukkan palu.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved