Usai Nyatakan Perang, Pagi Ini Gubernur Maluku Didatangi Utusan Menteri Susi

Perang antara Gubernur Maluku dengan Menteri Susi terus berlanjut. Sejumlah pejabat Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Usai Nyatakan Perang, Pagi Ini Gubernur Maluku Didatangi Utusan Menteri Susi
Capture Youtube
Menteri Susi Pudjiastuti salam dua jari. 

TRIBUNJAMBI.COM- Perang antara Gubernur Maluku dengan Menteri Susi terus berlanjut. Sejumlah pejabat Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diutus Menteri Susi Pudjiastuti tiba di kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/9/2019).

Mereka yang diutus Susi untuk menemui Gubernur Murad Ismail ialah Dirjen Tangkap M Zulficar, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Keluatan (PSDKP) Agus Suherman, staf ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Yunus Husein, serta Dirjen Pelabuhan Perikanan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Frist Lesnussa.

Adapun utusan Menteri Susi ini diketuai oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perabowo.

Baca: LIVE SCORE Chinese Taipei Open 2019 Kamis (5/9), 15 Wakil Indonesia Tanding Mulai Pukul 11.10 WIB

Baca: 6 Poin Revisi UU KPK yang Hendak Diubah DPR, Bak Operasi Senyap Tiba-tiba DPR Agendakan Paripurna

Baca: Harga Busana Manggung Dibeber Netizen, Rosa Meldianti Bela Diri: Harga Sekali Pakai

Pantauan di kantor Gubernur Maluku, para utusan Menteri Susi ini telah tiba di kantor Gubernur Maluku sejak pukul 09.45 WIT.

Para pejabat teras KKP ini langsung diterima dan dipersilakan masuk ke ruang kerja Kantor Gubernur Maluku.

Sesuai rencana pertemuan bersama Gubernur Murad Ismail dilakukan pada pukul 10.00 WIT.

Namun, utusan Menteri Susi itu harus menunggu sekitar 1 jam karena Murad harus menghadiri acara wisuda di Universitas Pattimura Ambon terlebih dahulu.

“Bapak masih hadiri acara wisuda Universitas Pattimura di Poka,” kata staf Humas Pemprov Maluku kepada wartawan.

Setelah sekitar 1 jam, Murad akhirnya tiba di kantornya.

Mengenakan setelan jas berwarna hitam, Murad bergegas menuju ruang kerja untuk menemui utusan Menteri Susi.

Halaman
12
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved