Mahasiswa ITB Diduga Gantung Diri, Ini Isi Catatan Pesan dan Lagu di Laptop saat Kejadian
Seorang mahasiswa ITB diduga bunuh diri di dalam kamar inedkos. Ini isi catatan dan lagu yang didengarkan di laptop saat kejadian.
Seorang mahasiswa ITB diduga gantung diri di dalam kamar inedkos. Ini isi catatan dan lagu yang didengarkan di laptop saat kejadian.
TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG - Posisi laptop masih menyala saat mahasiswa ITB itu diduga gantung diri.
Pesan terakhir yang ditulis Muhtar Amin (25), mahasiswa S-2 Institut Teknologi Bandung, yang diduga bunuh diri di sebuah kamar indekos di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung pada Selasa (3/9/2019), ditemukan polisi.
Tulisan berbahasa Inggris itu diketik di sebuah aplikasi catatan di laptopnya yang masih menyala saat jenazah korban ditemukan.
Baca Juga
Ingat 14 Tahun Lalu karena Durian? Mandala Airlines Gagal Takeoff lalu Gasak Belasan Rumah
Posisi Bertiga Tanpa Busana, 2 Wanita Keliling Indonesia Beri Layanan Cinta Thr33som3, Cara Unik
Ternyata Bukan Cuma Bima KKN di Desa Penari, Kisah Pria Meninggal Usai Bercinta dengan Kuntilanak
Daftar 6 Nama Menteri Pilihan Relawan Jokowi, Satu Di Antaranya Pernah Tuai Kontroversi
Nasib AKP Rosana Albertina Labobar Sekarang, Polwan Cantik Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton
Selain catatan tersebut, Auliya mengatakan bahwa saat kejadian gantung diri itu, korban memutar sebuah lagu.
Lagu yang tengah diputar saat kejadian tersebut diketahui sebagai original soundtrack game Bioshock Infinite yang berjudul Will The Circle Be Unbroken.
Lagu tersebut diketahui bernada melankolis serta memiliki lirik bertemakan kesedihan atau patah hati.
"Terlihat di laptopnya, korban sedang mendengarkan lagu untuk Ost sebuah game dari YouTube," ucapnya menambahkan.
Selain pesan terakhir tersebut, Auliya mengatakan bahwa menemukan bukti baru berupa obat-obatan dari kamar kos yang ditinggal oleh Muhtar.
Obat-obatan yang didapat dari Rumah Sakit Melinda itu, kata Auliya diperuntukkan pasien penderita depresi.
"Ada bukti baru, ada obat (untuk) depresi satu sachet. Obatnya didapat sekitar sebulan ke belakang," ujar dia.
Dikenal Berprestasi
Sebelumnya diketahui bahwa mahasiswa S2 ITB, Muhtar Amien (25) merupakan mahasiswa berprestasi.
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni dan Komunikasi ITB, Miming Miharja saat dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu (4/9/2019).