Berita Tanjab Timur

Berjibaku Padamkan Api, Petugas Panjat Tebing 5 Meter Untuk Padamkan Karhutla di Tanjab Timur

Mulai dari kondisi geografis yang menanjak juga kondisi lahan yang terbakar merupakan kawasan tanaman bambu.

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Petugas Panjat Tebing 5 Meter Untuk Padamkan Karhutla di Tanjab Timur, Sabtu (31/8/2019) 

Berjibaku Padamkan Api, Petugas Panjat Tebing 5 Meter Untuk Padamkan Karhutla di Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM - Proses pemadaman Kebakaran lahan di Sabak Barat, petugas kesulitan selain minimnya sumber air petugas harus panjat tebing setinggi 5 Meter untuk padamkan api. Minggu (1/9)

Musim kemarau yang terus berlanjut mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan terus terjadi, pasca diguyur hujan beberapa waktu lalu dan titik api berkurang namun pada Sabtu (31/8) beberapa kebakaran lahan terjadi di Tanjab Timur.

Diantaranya di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang, dan yang terbaru Sabtu lalu di Dusun Pasir Putih Kecamatan Sabak Barat.

Kebakaran yang terjadi di Pasir Putih tersebut terbilang sulit pasalnya petugas harus berjibaku memadamkan api di sela-sela rumpunan bambu.

Baca: Update Harga HP Samsung, Xiaomi, Mulai dari Rp 800 Ribuan hingga Puluhan Juta Rupiah, Ada yang Turun

Baca: Jadwal, Niat Puasa Tasua dan Asyura Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H

Baca: Siap-siap Naik Ongkos Ojek Online, Gojek dan Grab, Ini Daftar Lengkap Tarif Baru se-Indonesia

Dikatakan Siswanto satu dari petugas yang melakukan pemadaman di lapangan mengatakan, pihaknya menerima laporan terjadinya kebakaran di wilayah tersebut sejak sore dan langsung melakukan mapping untuk pemadaman.

Saat proses pemadaman tim mengalami kesulitan dan beberapa kendala.

Mulai dari kondisi geografis yang menanjak juga kondisi lahan yang terbakar merupakan kawasan tanaman bambu.

"Dibeberapa titik tim harus memanjat sebuah tebing tinggi karena titik api berada diatas bukit, selain itu jalur yang sulit akan banyaknya pohon bambu serta pasokan air yang terbatas juga menjadi kendala," ujarnya.

Dalam melakukan pemadaman sendiri petugas hanya mengandalkan sumber air dari mobil tangki pemadam kebakaran.

Melihat jalur yang sulit ditempuh pemadaman dilakukan bertahap.

"Posisi api banyak di sela sela rumpun bambu,  mau naik ke atas pun susah harus melalui dinding sisa galian.  tinggi nian ado sekitaran 5 meter naik nyo jalan lain dak Ado dan sumber air pun tidak ada itu pakai mobil damkar," jelasnya. 

Sementara itu untuk kebakaran di Kecamatan Dendang, Dendang hingga saat ini belum ada informasi lagi. Soal nya lokasi kebakaran yang dipadam kami  kemarin, saat ini jalan nya ditutup karena ada perbaikan jembatan.

" Guna antisipasi timbulnya api kembali masyarakat kami tinggalin mesin pemadam, untuk antisipasi menanggulangi dulu menjelang kami datang kalau misal api kembali menyala," pungkasnya.

Baca: Bukan Ayu Ting Ting, Raffi Ahmad Blak-blakan Pilih Wika Salim, Ungkap Alasan Idolakan Pedangdut Ini

Baca: Selebriti Dunia Rayakan Ulang Tahun Jungkook BTS, Ada Justin Bieber, Ada RK, Jadi Trending Topic

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 1 September 2019 Libra Sebarkan Perasaan Positif, Gemini Beruntung

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved