Sabtu, 13 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Hoaks Soal Papua Dikendalikan dari Luar Negeri, Ini Penjelasan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax terkait Papua.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburiansaat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (30/8/2019). 

Hoaks Soal Papua Dikendalikan dari Luar Negeri, Ini Penjelasan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax terkait Papua.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian angkat bicara terkait temuan Polri yang mengidentifikasi penyebaran hoax terkait Papua tidak hanya berasal dari akun dalam negeri, melainkan ada dari luar negeri.

Hinsa Siburian menegaskan, pihaknya sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax ini.

Ia juga tidak menampikan di era digital seperti sekarang penyebaran hoax bisa berasal dari mana pun. Termasuk dari luar negeri.

"Jadi di dunia siber arah bisa dari mana saja. Pelakunya bisa perorangan atau kelompok. Jadi kita tidak boleh langsung menuduh karena bisa dari mana-mana," ujar Hinsa saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga

 Mengapa Bima dan Ayu Meninggal Misterius? Keganjilan di Cerita Horor KKN di Desa Penari yang Viral

 Siapa Sebenarnya Wika Salim? Ukuran Tubuh Sebenarnya Pedangdut Cantik yang Terlihat Mungil di TV

 Update Fitur Baru PUBG Mobile, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata Makin Mirip PUBG PC

 Apple Siap Sebar Undangan, Siap Luncurkan iPhone 11, Catat Tanggal Rilisnya, Jangan Ketinggalan!

 Kondisi Mahasiswa Mahasiswi KKN di Desa Penari Sekarang Bila Masih Hidup, Viral di Medsos

Meski begitu, Hinsa enggan membeberkan dari negara mana saja konten hoax itu disebarkan.

"Ya itu kan tidak bisa kita menyebutkan itu, karena itu bisa dari mana saja," jelasnya.

Lebih lanjut, Hinsa hanya meminta masyarakat Papua lebih berhati-hati dalam menerima informasi.

Baiknya, melakukan verifikasi ulang, supaya terhindar dari berita bohong. Yang berujung pada aksi anarkisme.

"Kita hanya mengimbau masyarakat yang ada di Papua jangan sampai terpengaruh dengan berita bohong, berita hoax itu saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada 1.750 akun media sosial yang diduga menyebar hoax terkait isu di Papua.

Akun tersebut terindikasi ada yang di luar negeri dan di dalam negeri.

"Ada di luar negeri, ada juga di dalam negeri. Itu masih (didalami), nanti buka profil dulu," kata Dedi, Kamis (29/8/2019).

Total konten yang disebarkan oleh 1.750 akun tersebut mencapai 32 ribu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved