Hoaks Soal Papua Dikendalikan dari Luar Negeri, Ini Penjelasan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax terkait Papua.
Hoaks Soal Papua Dikendalikan dari Luar Negeri, Ini Penjelasan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax terkait Papua.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian angkat bicara terkait temuan Polri yang mengidentifikasi penyebaran hoax terkait Papua tidak hanya berasal dari akun dalam negeri, melainkan ada dari luar negeri.
Hinsa Siburian menegaskan, pihaknya sudah mulai menelusuri akun-akun penyebar hoax ini.
Ia juga tidak menampikan di era digital seperti sekarang penyebaran hoax bisa berasal dari mana pun. Termasuk dari luar negeri.
"Jadi di dunia siber arah bisa dari mana saja. Pelakunya bisa perorangan atau kelompok. Jadi kita tidak boleh langsung menuduh karena bisa dari mana-mana," ujar Hinsa saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Mengapa Bima dan Ayu Meninggal Misterius? Keganjilan di Cerita Horor KKN di Desa Penari yang Viral
Siapa Sebenarnya Wika Salim? Ukuran Tubuh Sebenarnya Pedangdut Cantik yang Terlihat Mungil di TV
Update Fitur Baru PUBG Mobile, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata Makin Mirip PUBG PC
Apple Siap Sebar Undangan, Siap Luncurkan iPhone 11, Catat Tanggal Rilisnya, Jangan Ketinggalan!
Kondisi Mahasiswa Mahasiswi KKN di Desa Penari Sekarang Bila Masih Hidup, Viral di Medsos
Meski begitu, Hinsa enggan membeberkan dari negara mana saja konten hoax itu disebarkan.
"Ya itu kan tidak bisa kita menyebutkan itu, karena itu bisa dari mana saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Hinsa hanya meminta masyarakat Papua lebih berhati-hati dalam menerima informasi.
Baiknya, melakukan verifikasi ulang, supaya terhindar dari berita bohong. Yang berujung pada aksi anarkisme.
"Kita hanya mengimbau masyarakat yang ada di Papua jangan sampai terpengaruh dengan berita bohong, berita hoax itu saja," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada 1.750 akun media sosial yang diduga menyebar hoax terkait isu di Papua.
Akun tersebut terindikasi ada yang di luar negeri dan di dalam negeri.
"Ada di luar negeri, ada juga di dalam negeri. Itu masih (didalami), nanti buka profil dulu," kata Dedi, Kamis (29/8/2019).
Total konten yang disebarkan oleh 1.750 akun tersebut mencapai 32 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn-letjen-tni-purn-hinsa-siburiansaat-asdadad.jpg)