Ini Penyebab 15 Koperasi di Kota Sungai Penuh Tidak Aktif

Sinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh terus mendorong agar masyarakat menumbuh kembangkan koperasi yang masih aktif.

Ini Penyebab 15 Koperasi di Kota Sungai Penuh Tidak Aktif

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Sebanyak 15 koperasi di Kota Sungai Penuh tidak aktif hingga saat ini. Sinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh terus mendorong agar masyarakat menumbuh kembangkan koperasi dan melakukan pembinaan terhadap koperasi yang masih aktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh, Jarpendi mengatakan dari 103 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh, hanya ada 88 koperasi yang masih aktif.

"Sementara sisanya sebanyak 15 koperasi dinyatakan tidak aktif lagi," ujarnya.

Harpendi menyampaikan koperasi yang tidak aktif disebabkan oleh sejumlah kendala. Di antaranya saat pemekaran Kota Sungai Penuh dari Kabupaten Kerinci, ada koperasi yang dibentuk oleh OPD dan instansi yang kantornya berada di wilayah Kota Sungai Penuh yang belum dibubarkan oleh kementrian.

Baca: Warga Sekernan Berhasil Kumpulkan Rp 10 Juta untuk Bantu Zainaba Kuliah ke Mesir

Baca: Ini Nama 35 Anggota DPRD Terpilih Kabupaten Bungo dan Jadwal Pelantikannya

Baca: Sembunyikan Burung Kacer di Jok Motor, Warga Sarolangun Babak Belur Dihakimi Massa

Baca: Bupati Cek Endra Sampaikan Belasungkawa Satu Jamaah Haji Sarolangun Wafat

Baca: Mahasiswa Jambi Tampilkan Monolog Kopi dalam Temu Teman ke 17

"Selain itu juga disebabkan oleh pengurus dan anggota koperasi yang sudah membubarkan diri, koperasi yang menunggak dana dari pemerintah pusat, dan koperasi yang pengurusnya tidak lagi mengadakan rapat anggota tahunan," jelasnya.

Koperasi yang statusnya tidak aktif sebutnya, hanya bisa dibubarkan langsung oleh Kementrian Koperasi dan UMKM RI. Sementara Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh hanya mengajukan daftar koperasi yang tidak aktif ke Kementrian.

Menurut Harpendi, koperasi yang tidak aktif baru bisa dibubarkan jika tidak ada tunggakan anggota. Untuk itu pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif kepada anggota koperasi agar tidak menunggak saat melakukan peminjaman.

"Sehingga kegiatan koperasi dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.

Pada umumnya lanjutnya, koperasi yang ada di Kota Sungai Penuh bergerak di bidang simpan pinjam. Ke depan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sungai Penuh terus melakukan pembinaan dan mengajak pengurus koperasi untuk tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, namun untuk kegiatan di bidang lainnya diharapkan dapat dikembangkan.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved