150 Fasilitator Daerah dan Dosen Mengikuti Pelatihan Program PINTAR

Tanoto Foundation melatih 150 guru, kepala sekolah, pengawas dan dosen LPTK Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin modul II Program PINTAR.

150 Fasilitator Daerah dan Dosen Mengikuti Pelatihan Program PINTAR
IST
Tanoto Foundation melatih 150 guru, kepala sekolah, pengawas dan dosen LPTK Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin modul II Program PINTAR. 

150 Fasilitator Daerah dan Dosen Mengikuti Pelatihan Program PINTAR

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tanoto Foundation melatih 150 guru, kepala sekolah, pengawas dan dosen LPTK Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin modul II Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran). Kegiatan berlangsung di Hotel Abadi Suite Jambi 25-29 Agustus 2019.

Pelatihan ini mempersiapkan para fasilitator daerah untuk melatih kembali para guru, kepala sekolah dan pengawas di sekolah dan madrasah mitra di tiga Kabupaten, yaitu Tanjab Timur, Tanjab Barat dan Batanghari dalam mengimplementasikan materi modul II.

“Kita memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada penyelidikan dan penemuan oleh siswa di kelas, kemudian mengembangkan budaya baca, dan manajamen sekolah yang mendukung keberhasilan pembelajaran,” kata Stuart Weston Direktur Program Basic Education Tanoto Foundation.

Baca: Tak Juarai Kejuaraan Dunia BWF 2019, Bagaimana Peringkat Marcus/Kevin? Berpengaruh atau Tidak

Baca: Mahasiswa Jambi Tampilkan Monolog Kopi dalam Temu Teman ke 17

Baca: Papua Kembali Memanas, 1 Anggota TNI Tewas Dipanah, 2 Polisi Terluka dari Buntut Aksi Demo Surabaya

Baca: HEBOH Ucapan Ridwan Saidi Soal Kerajaan Sriwijaya Fiktif Berujung Laporan ke Polisi!

Dr. Abdul Kamil Marisi, M.Pd, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi memberikan apresiasinya terhadap Tanoto Foundation.

“Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation ini sangat bagus untuk mendukung kurikulum yang digulirkan Pemerintah, apapun kurikulumnya, apalagi saya lihat pembelajaran dengan pola MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) modul I Tanoto Foundation bagus sekali, compatible dengan program yang digulirkan LPMP, termasuk budaya baca. Sehingga semua ini akan sangat membantu sekolah dalam mempraktikkan kurikulum 2013 yang benar,” tukasnya. 

Ujang Sukandi, Head of Teaching and Learning Tanoto Foundation, menyatakan bahwa kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru. Sebab itu, pihaknya mendorong fasilitator daerah dan dosen yang dilatih tersebut harus terus mengupayakan peningkatan kualitas dirinya.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru dan dosen karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan 'ruh' pembelajaran masing-masing mata pelajaran: Keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan 'ruh' dan pemodelan pembelajaran yang diikuti peserta, peserta diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain,” tutur Ujang.

Ujang berharap, setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka. “ Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan” ungkapnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved