Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ingin Bangun Museum di Situs Perahu Kuno di Tanjabtim, Pemkab Alami Kendala

Hal tersebut sudah lama menjadi wacana pemda, ditambah pada saat konferensi pers Arkeolog UI bersama pemda pada Jumat lalu.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/abdullah usman
Rencana Pemkab Tanjabtim ingin bangun museum di situs perahu kuno, terkendala. 

Ingin Bangun Museum di Situs Perahu Kuno di Tanjabtim, Pemkab Alami Kendala

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Proses ekskavasi situs perahu kuno di Kabupaten Tanjab Timur mencapai 25 persen, Keinginan Bupati di lokasi situs akan dibangun sebuah museum harus melalui proses panjang.

Banyaknya penemuan beragam situs baik percandian, benda benda kuno hingga situs percandian di Kabupaten Tanjabtim, membuat Bupati Romi menginginkan adanya pembangunan museum.

Terlebih di kawasan perahu kuno yang diduga memiliki nilai sejarah yang sangat kental.

Hal tersebut sudah lama menjadi wacana pemda, ditambah pada saat konferensi pers Arkeolog UI bersama pemda pada Jumat lalu.

Bupati Romi kembali menyinggung keinginannya untuk mrmbangun museum di lokasi perahu kuno tersebut.

Namun keinginan Bupati untuk membangun museum tersebut bukanlah perkara mudah dan membutuhkan proses waktu yang panjang.

Selain itu juga membutuhkan biaya yang cukup besar jika dilihat dengan kebutuhan mendesak Kabupaten wacana tersebut sulit dapat terkabul dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikatakan Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Tanjab Timur, Teguh Ronaldo saat dikonfirmasi tribunjambi.com menurutnya untuk wacana pembangunan museum tersebut bukan perkara mudah dan membutuhkan proses panjang.

"Rencananya ke depan, kita akan membentuk semacam forum diskusi (FGD) melibatkan lintas instansi dan sektor lain. Tujuannya untuk membahas segala budaya yang ada di tanjabtim bukan hanya sejarah perahu kuno saja," jelasnya

Dikatakannya pula, sebelum membuat museum beberapa hal perlu dipertimbangkan dan diperhatikan. Memang terbilang kecil namun penting. Salah satunya buku penunjang yang memaparkan kilas balik sejarah Tanjab Timur.

Selain sebagai pedoman awal buku tersebut juga dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk diajukan ke kementerian.

"Terutama terkait peradaban sejarah budaya di tanjab yang terangkai dan satu. Sehingga tidak hanya potensi budaya namun juga wisata dapat terbuka," ujarnya.

Menurutnya untuk membuat museum dengan hanya menunjukkan hasil penelitian perahu kuno tersebut, kemungkinan kecil belum bisa untuk diterima kementerian untuk dapat dijadikan museum jika tidak didukung dengan sejarah lainnya yang berkaitan. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved