Situs Perahu Kuno Lambur Jambi Diperkirakan Berusia 700 Tahun
Situs perahu kuno Lambur diperkirakan sudah berusia 700 tahun. Namun arkeolog masih menunggu hasil uji sampel.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Situs Perahu Kuno Lambur Jambi Diperkirakan Berusia 700 Tahun
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Situs perahu kuno Lambur diperkirakan sudah berusia 700 tahun. Namun arkeolog masih menunggu hasil uji sampel yang saat ini masih dalam proses.
Kuat dugaan akan banyak fakta fakta baru yang akan ditemukan dalam proses ekskavasi perahu kuno Lambur kedepan. Mengingat saat ini proses ekskavasi baru berjalan 25 persen. Ditambah selain situs perahu kuno di lokasi yang sama juga banyak ditemukan situs-situs penemuan lainnya.
Arkeolog UI Ali Akbar menuturkan, dari hasil penelitian sementara untuk usia kapal sendiri diprediksi antara 1- 13 masehi. Paling muda usia kapal bisa mencapai 700 tahun. Kuat dugaan masih sezaman dengan situs percandian Muaro Jambi.
"Namun masih dugaan awal, untuk memastikannya saat ini sampel ijuk dan kayu masih dibawa ke lab nasional untuk diuji. Kita masih menunggu hasil uji sampel," jelasnya.
Baca: Ekskavasi Perahu Kuno Lambur, Arkeolog Italia Sebut Mirip Kapal Pinisi
Baca: 45 Anggota DPRD Kota Jambi Dilantik, Syarif Fasha Ingatkan Agar Berbuat Terbaik untuk Kota Jambi
Baca: 8 Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal di Mekkah, Terkahir Warga Merangin
Baca: Kantor Bea Cukai Jambi Launching Logo Baru, Ini Alasan Gambar Angsa Dipilih
Baca: VIDEO: Dua Jemaah Haji Asal Merangin Dipulangkan Lebih Awal
Lebih lanjut dikatakannya pula, jika usianya perahu kuno tersebut mencapai usia 700 tahun besar kemungkinan perahu tersebut memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya, namun jika dari hasil akhir ekskavasi nanti diketahui usia kapal jauh lebih tua kemungkinan kapal sudah ada sebelum Kerajaan Sriwijaya.
Tidak jauh dari situs perahu juga terdapat makam, dan temuan sabuk serta temuan-temuan lainnya. Seperti temuan diduga situs perahu kuno di Kota Harapan Parit 5 juga ditemukan perahu kuno yang juga memiliki kesamaan.
"Kalo secara jarak antara situs Lambur dan makam serta penemuan sabuk hanya berjarak 2 kiloan. Kemungkinan pemukiman berkembangan di Muara Sungai," jelasnya.
Namun untuk melakukan ekskavasi sendiri tentu memerlukan dana yang cukup besar, untuk itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten untuk memperjuangkan proses ekskavasi tersebut.
Terkait permasalahan dana tersebut Bupati Tanjab Timur Romi Hariyanto, mengatakan, pemda akan berbagi tugas. Selain Itu pihaknya akan melakukan hering bersama dirjen terkait pendanaan kedepannya.
"Tentu jika proses tersebut hanya mengandal pemda, bagi pemda sendiri itu sangat berat. Namun itu harus tetap dilakukan. Untuk itu solusinya kita akan melakukan pertemuan hering bersama dirjen nanti," ujar Romi.
"Karena memang untuk melakukan penelitian membutuhkan dana yang besar," tegasnya. (usn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12082019_bupati-romi.jpg)