Ekskavasi Perahu Kuno Lambur, Arkeolog Italia Sebut Mirip Kapal Pinisi

Proses ekskavasi situs perahu kuno lambur di Kecamatan Muara Sabak Timur baru mencapai 25 persen, tim arkeolog temukan beberapa fakta menarik.

Ekskavasi Perahu Kuno Lambur, Arkeolog Italia Sebut Mirip Kapal Pinisi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Konferensi pers hasil ekskavasi perahu kuno Lambur. 

Ekskavasi Perahu Kuno Lambur, Arkeolog Italia Sebut Mirip Kapal Pinisi

 TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Proses ekskavasi situs perahu kuno lambur di Kecamatan Muara Sabak Timur baru mencapai 25 persen, tim arkeolog temukan beberapa fakta menarik.

Hal tersebut terungkap, pada saat jumpa pers yang digelar di Kantor Bupati Tanjab Timur pada Jumat (23/8).  Arkeologi Universitas Indonesia UI Ali Akbar, saat konferensi pers menuturkan sejak penelitian ekskavasi dilakukan pada 7 Agustus lalu dan merupakan penelitian ulang, sebelumnya pada tahun 96 sudah pernah dilakukan penelitian awal diawali dari temuan bilah bilah papan di lokasi tersebut.

Pada tahun 2019 ini kembali dilakukan ekskavasi untuk mengetahui detail terkait perahu tersebut. Berdasarkan hasil penelitian sementara saat ini diketahui lebar kabal mencapai 5 setengah Meter, dan termasuk perahu berukuran cukup besar. Selain itu untuk temuan ujung barat dan timur perahu mencapai 24 M.

Baca: 8 Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal di Mekkah, Terkahir Warga Merangin

Baca: Kantor Bea Cukai Jambi Launching Logo Baru, Ini Alasan Gambar Angsa Dipilih

Baca: Lelang Jabatan Eselon II Merangin Masuki Tahap Asesmen

Baca: VIDEO: Dua Jemaah Haji Asal Merangin Dipulangkan Lebih Awal

Lebih lanjut dugaan jika kapal dalam keadaan utuh, dari studi banding dengan pembuatan kapal yang ada di Kecamatan Nipah Panjang masuk akal jika kapal yang ditemukan ini memiliki panjang tersebut.

"Sejauh ini proses ekskavasi baru berjalan 25 persen, baru sebagian perahu yang dapat diketahui," ujarnya.

Dengan demikian untuk tingkat keutuhan masih beberapa persen, hanya pada bagian atap yang sudah diketahui pasti bentuknya sementara dari sepertiga kapal diketahui dalam keadaan utuh. 

"Untuk bagian lambung kapal belum ketemu. Untuk keutuhan totalnya baru sekitar 25 persen. Namun dengan fakta ketebalan papan pada kapal 9 -10 cm dugaan panjangnya bisa lebih dari dugaan awal saat ini," jelasnya.

Selain Itu fakta baru yang juga ditemukan saat ini, dari hasil penelitian, kapal tersebut diketahui dalam keadaan kosong dan tengah berlabuh (terparkir) dan merupakan kapal khas jenis Asia tenggara. 

Halaman
12
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved